Yuk Kepo-In!! Mengenai Seluk Beluk Surat Kuasa

Surat kuasa merupakan surat yang berisi pemberian wewenang atau kuasa kepada seseorang untuk melakukan sesuatu seperti yang dimaksudkan dalam surat. Biasanya surat ini diberikan oleh seseorang yang memiliki kesibukan tertentu kepada orang yang terpercaya. Surat kuasa juga sering digunakan oleh para lawyer jika ada orang yang ingin memakai jasa mereka. Nah, pada hari ini topik kita akan membahas seluk beluk tentang surat kuasa. Dibawah ini akan dijelaskan secara detail, jadi mari baca penjelasannya :

  1. Apa Itu Pemberian Kuasa?
    Pemberian kuasa ialah suatu persetujuan yang berisikan pemberian kekuasaan kepada orang
    lain yang menerimanya untuk melaksanakan sesuatu atas nama orang yang memberikan kuasa.. Kuasa itu diberikan secara tertulis atau lisan (Pasal 1792 KUH Perdata)
  2. Bentuk Surat Kuasa
    a) Surat Kuasa Umum
    Kuasa Umum adalah pemberian kuasa dengan kata-kata umum, hanya meliputi perbuatan-perbuatan pengurusan saja (Pasal 1796 KUH Perdata)
    b) Surat Kuasa Khusus
    Kuasa Khusus yaitu pemberian kuasa yang dilakukan hanya untuk satu kepentingan tertentu atau lebih (Pasal 1795 KUH Perdata)
  3. Isi Surat Kuasa
    a) Surat Kuasa Umum
    Meliputi tindakan-tindakan yang menyangkut pengurusan saja. Untuk memindahtangankan barang atau meletakkan hipotek di atasnya, untuk membuat suatu perdamaian, ataupun melakukan tindakan lain yang hanya dapat dilakukan oleh seorang pemilik, tidak bisa dengan surat kuasa umum melainkan harus dengan surat kuasa khusus.
    b) Surat Kuasa Khusus

    Didalam surat kuasa khusus, didalamnya dijelaskan tindakan-tindakan apa saja yang boleh dilakukan oleh penerima kuasa. Jadi, karena ada tindakan-tindakan yang dirinci dalam surat kuasa tersebut, maka surat kuasa tersebut menjadi surat kuasa khusus.
  4. Hak Subtitusi Dalam Surat Kuasa
    Ada hak yang dimasukan dalam pemberian kuasa yaitu hak substitusi, yaitu hak bagi penerima kuasa menunjuk pihak lain untuk bertindak sebagai penggantinya. (Pasal 1803 KUH Perdata)
  5. Kapan Waktu Berakhirnya Surat Kuasa?
    Pemberian kuasa berakhir:
    a) dengan penarikan kembali kuasa penerima kuasa;
    b) dengan pemberitahuan penghentian kuasanya oleh penerima kuasa;
    c) dengan meninggalnya, pengampuan atau pailitnya, baik pemberi kuasa maupun penerima
    kuasa dengan kawinnya perempuan yang memberikan atau menerima kuasa. (1813 KUH Perdata)

itulah ulasan tentang surat kuasa, semoga bermanfaat. Jangan lupa di share ke teman,kerabat,keluarga dan tetangga-tetangga anda agar mendukung terus website ini. Terimakasih 🙂

Sumber : KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PERDATA 

Anda mungkin juga berminat