Tidak Memberi Jalan Kepada Ambulance Ternyata Melanggar Aturan Hukum

Sumber foto : http://s2.cerpen.co.id/idimgs/201902/07/2/1549521276763.jpg

Beberapa dari kita yang mengetahui aturan  mengenai kendaraan yang diprioritaskan jalannya di jalan raya. Tanpa melihat aturan tersebut, pasti diantara kita terketuk hatinya untuk membiarkan mobil ambulance terlebih dulu dengan alasan keadaan darurat yang dibawa mobil ambulan. Karena jangan sampai keegoisan yang kita gunakan saat berkendara menjadi boomerang bagi oang lain. Apabila kita memberikan jalan terlebih dahulu, mungkin seseorang yang berada didalam ambulance akan tertolong nyawanya.

Banyak orang yang mengabaikan hal-hal kecil seperti ini, padahal perundang-undangan pun mengatur secara jelas mengenai pengguna jalan yang harus diprioritaskan diatur didalam pasal Pasal 134 dan Pasal 135 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang menyatakan bahwa :

Pasal 134

Pengguna Jalan yang memperoleh hak utama untuk didahulukan sesuai dengan urutan berikut:

a. Kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas;

b. ambulans yang mengangkut orang sakit;

c. Kendaraan untuk memberikan pertolongan pada Kecelakaan Lalu Lintas;

d. Kendaraan pimpinan Lembaga Negara Republik Indonesia;

e. Kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara;

f. iring-iringan pengantar jenazah; dan

g. konvoi dan/atau Kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Pasal 135

(1) Kendaraan yang mendapat hak utama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 harus dikawal oleh petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia dan/atau menggunakan isyarat lampu merah atau biru dan bunyi sirene.

 (2) Petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia melakukan pengamanan jika mengetahui adanya Pengguna Jalan sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

(3) Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas dan Rambu Lalu Lintas tidak berlaku bagi Kendaraan yang mendapatkan hak utama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134.

Sudah sangat jelas kita baca ketentuan pasal 134 dan pasal 135 undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mengenai kendaraan yang memiliki prioritas untuk lewat terlebih dahulu seperti mobil pemadam kebakaran, ambulance, mobil penolong korban kecelakaan, iring-iringan kendaraan ke presidenan atau lembaga tertinggi lainnya dan lain-lain. Oleh sebab itu, ketika kita melihat kendaraan yang sudah diatur diatas tadi maka secara otomatis kita dapat berhenti atau menepi kesebelah kiri agar agar kendaraan tersebut lewat terlebih dahulu. Dan kita jangan ikut-ikut menerobos bila didepan kita ada iring-iringan tersebut atau kita jangan kesempatan dalam kesempitan berada dibelakang mobil yang memiliki hak prioritas ini.

Nahhh, bagi kita yang tidak mengindahkan ketentuan inipun ternyata ada saksi hukum yang dapat diterima sipelanggar yang dapat kita perhatikan didalam pasal 287 ayat (4) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang menyatakan bahwa:

“Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang melanggar ketentuan mengenai penggunaan atau hak utama bagi Kendaraan Bermotor yang menggunakan alat peringatan dengan bunyi dan sinar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59, Pasal 106 ayat (4) huruf f, atau Pasal 134 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).”

Disini tidak hanya mengenai pemahaman kita terhadap peraturan lalu lintas, tetapi diharapkan pengguna jalan memiliki kesadaran dan hati nurani agar dapat menghormati pengguna jalan yang lebih membutuhkan. Terutama yang menyangkut masalah nyawa manusia, agar kita sebagai pengguna jalan menyingkir tidak karena sebuah peraturan tapi karna kesadaran dari kita. Salam Yuridis.id

Sumber : Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

Anda mungkin juga berminat