Tanggung Jawab Penjamin-Avalist Atas Hutang Debitur Wanprestasi

 

Kategori : Putusan Terpilih

Pengadilan Negeri Medan

Nomor : 35/Pdt.G/1998/PN.Mdn

Tanggal : 21 Juli 1998

Pengadilan Tinggi di Medan

Nomor : 128/Pdt/1999/PT.Md

Tanggal : 21 September 1999

Mahkamah Agung RI

Nomor : 1436.K/Pdt/2001

Tanggal : 29 Januari 2004

Catatan :

  • Abstrak Hukum yang dapat diangkat dari putusan Mahkamah Agung tersebut diatas sebagai berikut :
  • Bank (BPD) selaku kreditur memberikan pinjaman kredit kepada “Perseroan Terbatas”, PT. TWIN JAYA STEEL, sebagai Debitur diwakili oleh Direktur Utama dan Komisarisnya (Tergugat II dan III). Pinjaman kredit tersebut diberikan jaminan tanah milik pihak ketiga (Tergugat IV) sebagai “Penjamin” (Avalist).
    Karena Debitur tidak membayar lunas hutangnya tersebut (wanprestasi), maka tanggung jawab membayar hutang tersebut, ada pada Direktur Utama dan Komisarisnya secara pribadi (personlijk) dan bukan menjadi tanggungjawab hukum dari PT. TWIN JAYA STEEL, oleh karena “Perseroan Terbatas” (PT. TWIN JAYA STEEL tersebut, sejak didirikan 1985 sampai diterimanya pinjaman dari Bank tahun 1991, ternyata masih belum memperoleh pengesyahan dari Dep. Kehakiman sebagai Suatu Badan Hukum.
  • Akibat juridis selanjutnya Penjamin (Avalist) tidak dapat dituntut untuk melaksanakan kewajiban hukum sebagai “Penjamin/Avalist” membayar hutangnya “PT. TWIN JAYA STEEL” yang belum berstatus sebagai Badan Hukum tersebut.
  • Demikian catatan kasus ini

Sumber :MAJALAH HUKUM VARIA PERADILAN NO.231.TAHUN.XX.DESEMBER.2004.HLM.14

PUTUSAN TERSEDIA: PENGADILAN NEGERI (PN), PENGADILAN TINGGI (PT) DAN MAHKAMAH AGUNG (MA)

Anda mungkin juga berminat