Tanah Sebagai Barang Agunan Hutang Diperjual-Belikan

Kategori : Putusan Terpilih

Pengadilan Negeri Probolinggo

Nomor : 58/Pdt/G/1989/PN.Btl

Tanggal : 21 April 1990

Pengadilan Tinggi Jawa Timur

Nomor : 108/Pdt/1990/PTY

Tanggal : 12 November 1990

Mahkamah Agung RI

Nomor : 3337 K/Pdt/1991

Tanggal : 18 Maret 1993

Catatan :

Dari putusan Mahkamah Agung RI tersebut di atas dapat diangkat abstrak hukum sebagai berikut:

  • Dalam suatu hubungan hukum hutang piutang uang dengan jaminan tanah, kemudian status hukum barang agunan tersebut dirubah menjadi klausula: Milik Beding. Perjanjian yang demikian ini adalah bertentangan dengan hukum dan ketertiban umum, karena barang agunan tidak boleh langsung menjadi atau beralih menjadi miliknya kreditur, bilamana si debitur tidak membayar hutangnya.
  • Pada saat dilakukan jual-beli tanah, ternyata pihak pembeli telah mengetahui sebelumnya bahwa tanah yang dibelinya itu berstatus sebagai barang jaminan (agunan) hutang antara pihak penjual degan pihak ketiga. Dalam keadaan demikian ini, maka Pembeli tersebut merupakan pembeli yang beritikad buruk yang bertujuan untuk merugikan kepentingan kreditur.
    Akibat hukumnya, maka jual beli tanah tersebut harus dinyatakan menuntut pengembalian uang pembelian tanah tersebut dari pihak penjualnya.
  • Debitur yang tidak tepat waktu membayar hutangnya kepada krediturnya, maka menurut hukum, ia dalam keadaan hukum wanprestasi.
  • Demikian catatan atas kasus ini.

Sumber : Majalah Hukum Varia Peradilan NO.114.TAHUN X.MARET.1995 halaman 57

PUTUSAN TERSEDIA: MAHKAMAH AGUNG (MA) 

Anda mungkin juga berminat