Tambahan Gugatan Rekonpensi Sewaktu Duplik

Kategori : PUTUSAN TERPILIH

Pengadilan Negeri

No. 12/Pts.Pdt/1980 , tgl 20 Maret 1980.

Pengadilan Tinggi 

No. 04/1984/Pdt/P.T., tgl 23 Mei 1982.

Mahkamah Agung RI

No. 421 K/Pdt/1985, tgl 31 Mei 1986

Catatan :

  • Mahkamah Agung menyempurnakan pertimbangan Judex Facti, karena dinilai telah keliru dalam mempertimbangkan putusannya, yang menyatakan bahwa “tambahan gugatan rekonpensi” yang diajukan sewaktu duplik adalah bertentangan dengan pasal 158 R.Bg.
  • Mahkamah Agung berpendirian bahwa “Tambahan gugatan Rekonpensi” tersebut dapat saja diajukan sewaktu Tergugat Asal mengajukan jawabannya, baik pada waktu jawaban pertama, maupun dalam jawaban duplik. Yang dilarang adalah bila “tambahan gugatan” tersebut diajukan setelah dilakukan pemeriksaan pembuktian dalam persidangan. Dengan pendirian ini, maka tambahan gugatan rekonpensi dalam kasus ini seharusnya diperiksa dan diputus pula.
  • Tuntutan ganti rugi uang karena telah menghadiri persidangan Pengadilan adalah merupakan suatu hak dan kewajiban hukum bagi setiap orang yang digugat di Pengadilan. Sehingga hal tersebut tidak dapat dianggap sebagai suatu hal yang merugikan, menurut hukum.

Sumber :

Majalah Hukum Varia Peradilan No.18.Tahun. II. Maret.1987. Hlm. 78.

Putusan Tersedia : Mahkamah Agung RI.

“Untuk pemesanan pengetikan kembali naskah putusan/yurisprudensi silahkan menghubungi : WA: 0817250381 dan untuk informasi konsultasi dan mengundang kami, silahkan hub no WA (hanya pesan) : 0811-2881-257 ”

 

Anda mungkin juga berminat