Surat Kuasa Mutlak Jual Beli Tanah

Kategori : Putusan Terpilih

Pengadilan Negeri di Mataram

Nomor : 51/Pdt.G/1993/PNMTR

Tanggal : 21 Juli 1993

Pengadilan Tinggi Nusa Tenggara Barat

Nomor : 2/Pdt/1994/PT.NTB

Tanggal : 5 Februari 1994

Mahkamah Agung RI

Nomor : 1991.K/Pdt/1994

Tanggal : 30 Mei 1996

Catatan :

  • Dari Putusan Mahkamah Agung tersebut diatas dapat diangkat “Abstrak Hukum” sebagai berikut :
  • Debitur karena tidak dapat membayar hutangnya kepada kreditur, maka atas permintaan Kreditur, kemudian pihak Debitur memberikan “Surat Kuasa Mutlak” kepada kreditur. Dengan Kuasa Mutlak ini, sipenerima kuasa (Kreditur) lalu membuat Akte jual beli tanah yang menjadi agunan hutang tersebut, dimana isi akte menyebutkan ; Debitur , pemilik tanah, menjual tanah miliknya kepada Kreditur dengan harga sebesar hutangnya debitur yang belum dibayar. Kreditur kemudian menjual lagi tanah ini kepada pihak ketiga dan serifikat tanah dibalik atas nama pihak pembeli.
  • Jual beli tanah dengan menggunakan “Surat Kuasa Mutlak” tersebut, diatas merupakan perbuatan yang bertentangan dengan.
  • Intrusksi Menteri Dalam Negeri No. 14 Tahun 1982.
  • Pasal 1320 Ke 4 KUH Perdata

Sehingga perbuatan hukum jual beli tanah tsb batal demi hukum.

  • Dengan batalnya demi hukum jual beli tanah melalui “Surat Kuasa Mutlak” tersebut, maka hubungan hukum yang terjadi dalam kasus diatas adalah berupa hubungan hukum hutang- piutang uang dengan tanah sebagai agunanya.
  • Demikian catatan kasus ini.

Sumber :MAJALAH HUKUM VARIA PERADILAN

NO.146.TAHUN.XIII.NOPEMBER.1997.HLM.5

PUTUSAN TERSEDIA :  MAHKAMAH AGUNG (MA)

Anda mungkin juga berminat