Suap Sepak Bola

 

Kategori : Putusan Terpilih

Pengadilan Negeri Jakarta Timur

Nomor: 36/Pid/B/1985

Tanggal:  4 November 1985

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta

Nomor: 104/Pid/1986/PTDKI

Tanggal: 27 Mei 1986

Mahkamah Agung RI

Nomor: 372.K/Pid/1987

Tanggal: 27 Maret 1989

Catatan Redaksi:

Dari putusan Mahkamah Agung di atas, kita dapat mencatat beberapa hal yaitu:

  1. Abstrak Hukum yang dapat diangkat dari kasus ini:
    Seseorang yang memberi atau menjanjikan sejumlah uang kepada para pemain Sepakbola tertentu dengan maksud untuk mebujuk mereka agar berbuat sesuatu untuk menjadikan kesebelasannya sendiri menderita kekalahan melawan kesebelasan lain dalam suatu pertandingan, dengan cara mengatur score kekalahan sesuai dengan keinginan sipemberi uang tersebut, maka bila perbuatan yang dibujuknya itu benar-benar dilakukan oleh para pemain, maka perbuatan tersebut berlawanan dengan kewajiban pemain dalam melaksanakan tugasnya untuk menjunjung tinggi sportivitas persepakbolaan. Perbuatan ini dapat dikwalifisir sebagai Tindak Pidana Memberi Suap, sebagaimana dirumuskan dalam pasal 2 Undang-undang Nomor 11/1980
  2. a/ Perumusan dalam diktum putusan yang berbunyi:
    “Denda Rp. 150.000,- subsidair 3 bulan” adalah perumusan yang keliru. Perumusan yang benar menurut Mahkamah Agung adalah demikian:
    “Denda Rp. 150.000,- dengan ketentuan: apabila denda tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan”
    b/ Perumusan lain dalam diktum putusan judex facti yang keliru adalah tentang penahanan sementara. Perumusan yang benar adalah demikian: “Menetapkan masa penahanan telah dijalani terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan”

Demikian catatan kami.

Sumber:

Majalah Hukum Varia Peradilan Tahun V.No.49.April 1989.Hlm.5

PUTUSAN TERSEDIA: HANYA PENGADILAN NEGERI(PN) dan MAHKAMAH AGUNG (MA)

Anda mungkin juga berminat