SENGKETA KEPEMILIKAN SATU BARUNG GONG

Pengadilan  Negeri Klungkung:

No.2/Pdt.G/1997/ PN/KLK, Tgl 5 Mei 1997

Pengadilan Tinggi Denpasar Bali:

No.122/Pdt/1997, tgl 27 Oktober 1997

Mahkamah Agung RI

No.3103.K/Pdt/1998, tgl 24 Mei 2000.

Catatan :

  • Dari putusan Mahkamah Agung tersebut diatas dapat diangkat Abstrak/Kaidah Hukum sebagai berikut :
  • menurut Hukum Adat Bali dalam konsep pemikiran adat tradisionil yang bersifat komunal, bilamana seorang Tetua Adat atau Pemuka Adat, seperti kelian adat-kelian banjar-Perbebel telah berbuat “mokokin” (sponsor dengan beaya yang lebih banyak dari pada warganya) untuk melakukan suatu pembangunan dibanjarnya, yang dalam perkara ini membuat “gong” (seperangkat gambelan), maka hasil karya tersebut, bukan menjadi hak milik pribadi Tetua Adat/Pembuka Adat yang telah “mokokin”, melainkan menurut adat adalah menjadi milik bersama seluruh Krama/warga Banjar tersebut yang juga ikut berpartisipasi dalam karya tersebut.
  • Demikian cacatan dari putusan diatas.

Sumber : Majalah Hukum Varia Peradilan No.196. Tahun. XVII. Januari. 2002.  Hlm.82

Anda mungkin juga berminat