Sengketa Harta Waris Kedudukan Anak Angkat

Sumber Foto : https://islamedia.web.id/wp-content/uploads/2017/05/pembagian-harta-warisan.png

Kategori : Putusan Terpilih

Pengadilan Negeri Ciamis
Nomor Register: 7/Pdt/G/1980/PN. Cms
Tanggal Putusan : 24 Juli 1986

Pengadilan Tinggi Jawa Barat di Bandung
Nomor Register: 334/Pdt/1986/PT.Bdg
Tanggal Putusan : 3 Maret 1987

Mahkamah Agung RI
Nomor Register: 1182.k/pdt/1988
Tanggal Putusan : 22 Desember 1994

Catatan Redaksi:

  • Dari Putusan mahkamah Agung tersebut di atas, dapat diangkat “abstrak Hukum” sebagai berikut :
  • Suami-istri selama perkawinannya tidak mempunyai anak Kandung. Mereka mengangkat dua orang Anak angkat. Suami-Istri ini kemudian meninggal dunia dengan meninggalkan harta Warisan berupa Harta Bersama. Menurut Hukum Adat waris, maka harta Bersama ini harus diwariskan kepada dua orang anak angkat tersebut yang masing-masing Anak Angkat mendapat separoh bagian. kedudukan Saudara kandung dari Alamarhum, ia tidak berhak¬† mewarisnya, karena haknya telah tertutup dengan adanya hak mewaris dari Anak angkat tersebut.
  • anak angkat adalah Ahli Waris dari orang tua angkatnya atas Harta peninggalan berupa harta Bersama.
  • Perbuatan hukum Hibah, tidak boleh merugikan ahli Waris lain.
  • Demikian catatan atas kasus ini

Sumber :
Majalah Hukum Varia Peradilan Tahun XI No.123.DESEMBER.1995. Hlm 50

Anda mungkin juga berminat