Selain Berbahaya, Ada Juga Sanksi Pidana Bagi Pengendara Bermotor Yang Melawan Arus

Sumber foto : https://cdn2.tstatic.net/wartakota/foto/bank/images/20150908banyak-pengendara-motor-nekat-melawan-arus_20150908_104405.jpg

Selain Bahaya, Ada Juga Sanksi Pidana Bagi Pengendara Bermotor Yang Melawan Arus

Perbuatan lawan arus apabila kita perhatikan saat ini seolah-olah sudah menjadi kebiasaan bagi kita. Melawan arus saat mengendarai sepeda motor memang terlihat sepele tetapi hal ini menjadi hal yang sangat berbahaya apalagi saat sipengendara dari jalur yang benar tidak melihat keberadaan pengendara yang melawan arus dan dapat mengakibatkan kecelakaan lalu lintas. Hal ini tidak hanya merugikan kita yang melawan arus, tetapi dapat merugikan pengguna jalan yang lainnya. Memang tidaklah mudah untuk mengubah suatu kebiasaan yang tercipta dimasyarakat tetapi hal yang dapat kita terapkan pertama kali adalah adanya kesadaran dari masyarakat serta dapat ditindak secara langsung agar mereka jerah dengan merasakan langsung dampak dari perbuatannya.

Oleh sebab itu, seseorang yang melawan arus merupakan tindakan yang melanggar lalu lintas serta tidak menghiraukan bahaya yang timbul. Karena sudah jelas dituangkan didalampasal 106 ayat ayat (4) Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan  yang mengatur mengenai ketentuan yang wajib dipatuhi pengendara motor yakni berbunyi :

“Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib mematuhi ketentuan:”

a. rambu perintah atau rambu larangan;

b. Marka Jalan;

c. Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas;

d. gerakan Lalu Lintas;

e. berhenti dan Parkir;

Jadi mengenai sanksi pengendara bermotor yang melanggar ketentuan pasal 106 ayat (4) Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sudah sangat dijelaskan didalam pasal 287 ayat (1) Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang menyatakan bahwa :

“Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan Rambu Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf a atau Marka Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf b dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).”

Dari ketentuan diatas, dapat kita jadikan alasan untuk menjadi pengemudi yang baik agar tidak merugikan diri kita sendiri dan juga terciptanya budaya mematuhi aturan lalu lintas. Jangan sampai karena kelalaian melawan  arus ini, keluarga jadi menanggung beban akibat perbuatan kita dan juga keluarga menunggu kita dirumah sampai selamat. Salam Yuridis.id

Sumber : Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

Anda mungkin juga berminat