PUTUSAN HAKIM DIBATALKAN KARENA KELIRU/KHILAF

Kategori : KEPUTUSAN TERPILIH

Pengadilan Negeri Surabaya

Nomor : 152/Pdt/G/1990

Tanggal : 19 Desember 1991

Pengadilan Tinggi Jawa Timur di Surabaya

Nomor : 510/Pdt/1992/PT.Sby

Tanggal : 25 Nopember 1992

Mahkamah Agung RI (Kasasi)

Nomor : 893.K/Pdt/1993

Tanggal : 2 Oktober 1997

Mahkamah Agung RI (Peninjauan Kembali)

Nomor : 416. PK/Pdt/1998

Tanggal : 29 Mei 2002

Catatan :

  • Abstrak Hukum/Kaidah Hukum yang dapat diangkat sebagai berikut:
  • Suatu Akta Notaris No. 114 tentang “Pernyataan Seseorang”, (ic ex Direktur Utama PT. Semoga Raya), kemudian isi akta tersebut disyahkan oleh Pengadilan Negeri dengan Berita Acara Sumpah.
  • Isi Akta Notaris tersebut berupa pernyataan bahwa Akta Notaris No.29 tentan Ikatan Jual Beli Tanah dan Akta Notaris No.30 tentang Kuasa (bukti PK9 dan PK10 telah dibuat dengan niat buruk, tipu muslihat dan kebohongan untuk menguntungkan PT. Semoga Raya dengan merugikan milik tanah.
  • Akta Notaris No. 114/tanggal 28 Oktober 1993 yang disyahkan dengan sumpah oleh Pengadilan Negeri tersebut, dapat diterima oleh Mahkamah Agung sebagai “bukti baru, Novum” ex pasal 67 huruf “b” jo pasal 69 huruf “b” dari UU No. 14/tahum 1985, karena pada waktu perkara tersebut diputus oleh Judex facti dan Judex Juris, tidak ditemukan atau belum dipertimbangkan secara khusus.
  • Akibat juridis dengan adanya “Novum” tersebut, maka Akta Ikatan Jual Beli Tanah No.29 dan Akta Kuasa No.30, masing-masing tanggal 27 Oktober 1997, menjadi cacat hukum dan batal demi hukum, dan putusan Judex facti dan Judex Juris yang yang berdasarkan atas Akta Notaris No.29 dan Akta No.30 yang cacat hukum tersebut,merupakan suatu putusan Judex Juris yang mengandung kekhilafan atau kekeliruan yang nyata dari Hakim sehingga putusanya harus dibatalkan dan “Majelis Mahkamah Agung dalam Peninjauan Kembali” yang selanjutnya akan mengendali kembali gugatan perdata tersebut.
  • Demikian catatan dari putusan diatas.

Sumber :MAJALAH HUKUM VARIA PERADILAN NO.213. TAHUN. XVIII. JUNI. 2003. HLM.4

PUTUSAN TERSEDIA : MAHKAMAH AGUNG RI

Anda mungkin juga berminat