Problem Juridis Stnk Yang Aspal

Kategori : Putusan Terpilih

Pengadilan Negeri di Palopo

Nomor : 28/Pid.B/1996/PN.Plp

Tanggal : 2 September 1996

Mahkamah Agung RI

Nomor : 7779.K/Pid/1996

Tanggal : 22 Januari 1998

Catatan :

  • Dari putusan Mahkamah Agung tersebut diatas dapat diangkat “abstrak hukum” sebagai berikut :
  • Terdakwa sejak semula dengan sengaja memberikan keterangan yang tidak benar (palsu) kepada Pejabat Dinas LLAJR tentang keadaan mobilnya, dengan mengacu pada keterangan terdakwa yang tidak benar tersebut, maka Dinas LLAJR menerbitkan “Surat Keterangan” tentang perobahan bentuk mobil untuk memperoleh STNK yang baru di Polisi. Pihak Samsat Kepolisian bersandar pada “Surat Keterangan” DLLAJR yang isinya tidak benar tersebut, kemudian diterbitkan STNK yang baru untuk mobil terdakwa. Isi dari STNK yang baru ini adalah juga tidak benar atau palsu.

Meskipun STNK ini dikeluarkan oleh Pejabat yang berwewenang,  karena isinya palsu, maka terdakwa yang memakai  STNK baru ini perbuatanya dikwalifisir sebagai perbuatan pidana : Menggunakan Surat Palsu, ex pasal 263(2) KUH Pidana.

  • Demikian catatan Kasus Ini.

Sumber :MAJALAH HUKUM VARIA PERADILAN

NO.160.TAHUN.XIV.JANUARI.1999.HLM.79

PUTUSAN TERSEDIA : MAHKAMAH AGUNG (MA)

Anda mungkin juga berminat