PERTIMBANGAN HAKIM SALING BERTENTANGAN KASUS HARTA WARISAN  

Pengadilan Negeri Sengkang:

No. 2/Pts/Pdt/G/1988/PN.Skg, Tanggal 20 Oktober 1988

Pengadilan Tinggi Suwalesi Selatan :

No. 408/Pdt/1989/PT .Uj. Pdg., Tanggal 26 Oktober 1989

Mahkamah Agung RI

No. 1112.K/Pdt/1990, tanggal 28 April 1993.

Catatan :

  • Dari putusan Mahkamah Agung RI tersebut di atas dapat diangkat “Abstrak Hukum” sebagai berikut:
  • Seorang pria yang memiliki istri lebih dari seorang wanita (poligami), maka “Harta Bersama” yang diperoleh si suami dengan masing-masing istrinya itu harus dipisahkan satu sama lain, dalam arti Harta Bersama yang diperoleh dengan istri pertama, harus dipisahkan dengan Harta Bersama yang diperoleh dengan istri kedua, demikian yang diperoleh dengan istrinya ketiga….. dst. Bilamana si suami meninggal dunia maka Harta Bersama dengan istri pertama dibagi menjadi dua bagian yaitu:
  1. Setengah ( ½) bagian menjadi hak istri pertama.
  2. Setengah ( ½) bagian menjadi hak suami almarhum yang kemudian hari jatuh kepada semua ahli waris (para janda-janda dengan seluruh anak-anaknya).

Cara semacam  ini berlaku pula pada Harta Bersama dengan istri kedua – istri ketiga….dst.

  • Gugatan Rekonpensi yang tidak memenuhi syarat formil kompetensi relatif Pengadilan Negeri, maka gugatan ini harus dinyatakan tidak dapat diterima.
  • Demikian catatan atas kasus ini.

Sumber : Majalah Hukum Varia Peradilan No. 102. Tahun. IX. Maret . 1994. Hlm. 32.

PUTUSAN TERSEDIA : PENGADILAN NEGERI

 

Anda mungkin juga berminat