Peraturan Hukum Bagi Pelaku Penyebar Konten Pornografi di Media Sosial

Sumber foto : Tribun Bali - Tribunnews.com

Semakin berkembangnya peradaban menjadikan semua akses kehidupan menjadi lebih mudah, terutama di bidang teknologi dan komunikasi. jika dulu orang membutuhkan waktu berhari-hari bahkan berminggu-minggu untuk bisa berkirim surat maka sekarang dengan teknologi yang semakin canggih dengan sekedip mata orang-orang dari belahan dunia manapun bisa terhubung dalam satu waktu, tak bisa dipungkiri pula akibat dari perkembangan teknologi yang semakin maju tersebut berdampak kepada mudahnya mengakses segala informasi yang berhubungan dengan pornografi, celakanya mereka yang telah mengakses konten pornografi ini tidak hanya mengakses namun terkadang juga mengshare keberbagai akun media sosial. Akibatnya konten tersebut dapat dinikmati oleh semua kalangan usia. Pemerintah telah mengeluarkan Undang-Undang mengenai para pelaku penyebar konten pornografi di media sosial yaitu “Undang-Undang No. 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi”.

Dalam Pasal 4 Ayat (1) UU 44 Tahun 2008 mengatur larangan perbuatan memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi yang secara eksplisit memuat:

a.    persenggamaan, termasuk persenggamaan yang menyimpang;

b.    kekerasan seksual;

c.    masturbasi atau onani;

d.    ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan;

e.    alat kelamin; atau

f.     pornografi anak

Pengaturan tentang hukuman bagi para pelaku penyebar konten pornografi ini juga diatur di dalam

Pasal 27 ayat (1) UU Nomor 11 tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE)  mengatur:
 

“Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.”

Ancaman pidana terhadap pelanggar diatur dalam Pasal 45 ayat (1) UU ITE, yaitu ancaman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak 1 (satu) milliar rupiah.

Semoga Bermanfaat 🙂

Sumber : Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 Tentang pornografi dan Undang Undang Nomor 11 tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik

Anda mungkin juga berminat