Penyalahgunaan Dana Bantuan Bencana Alam

Akhir-akhir ini kita sering melihat dan mendengar peristiwa gempa yang mengguncang lombok, NTB, Indonesia. Gempa dengan berkekuatan tinggi tersebut banyak menelan korban dan menghancurkan bangunan yang ada disana. Karena peristiwa tersebut membuat orang-orang khususnya di luar daerah lombok berinisiatif melakukan poenggalangan dana sebagai bentuk peduli terhadap peristiwa tersebut. Namun, apa jadinya jika penggalangan dana tersebut dilakukan secara ilegal dan tidak sesuai aturan?. Nah, berikut UU dan pasal yang mengatur tentang pengelolaan dana bantuan bencana alam :

Pasal 65 UU Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana
Pengelolaan sumber daya bantuan bencana meliputi perencanaan, penggunaan, pemeliharaan, pemantauan, dan pengevaluasian terhadap barang, jasa, dan/atau uang bantuan nasional maupun internasional.

Apasih sanksi pidana bagi pengelolaan/penggalangan dana yang ilegal dan menyalahgunakan penggalangan tersebut?

pada pasal 78 UU Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana bahwa

Setiap orang yang dengan sengaja menyalahgunakan pengelolaan sumber daya bantuan bencana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65, dipidana dengan pidana penjara dengan penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun atau paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling sedikit Rp6.000.000.000,00 (enam miliar rupiah) atau denda paling banyak Rp12.000.000.000,00 (dua belas miliar rupiah).

Itulah sanksi bagi yang menyalahgunakan bantuan bencana alam. Kita boleh simpati terhadap korban bencana dengan memberikan bantuan berupa uang,pakaian,dll. Tapi pengelolaannya harus benar dan tepat ya sahabat yuridisID, jangan sampai disalhgunakan. okay? Sekian, semoga bermanfaat 🙂

Sumber : Pasal 78 dan 65 dan UU Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana

Anda mungkin juga berminat