Penggolongan Jenis SIM Menurut Peraturan Kapolri Nomor 9 Tahun 2012 tentang Surat Ijin Mengemudi

Sumber Foto : kelanakota.suarasurabaya.net

Berdasarkan pasal Pasal 5 ayat 1 bahwa ; “ SIM dogolongkan berdasarkan perbedaan tingkat kompetensi pengemudi yang dipersyaratkan untuk setiap fungsi Ranmor dan besaran berat Ranmor” . Agar kita tahu apa-apa saja yang penggolongan jenis SIM yang dipakai dalam berkendara dijalan raya.  Jadi,  menurut Peraturan Kapolri Nomor 9 Tahun 2012  tentang Surat Ijin Mengemudi , penggolongan jenis SIM terdiri atas :

  1. SIM Perseorangan

Pasal 7

SIM perseorangan terdiri atas :

  • SIM A, berlaku untuk mengemudikan Ranmor dengan jumlah berat yang diperbolehkan paling tinggi 3.500 (tiga ribu lima ratus) kilogram berupa:
  • mobil penumpang perseorangan; dan
  • mobil barang perseorangan;
  • SIM B I, berlaku untuk mengemudikan Ranmor dengan jumlah berat yang
    diperbolehkan lebih dari 3.500 (tiga ribu lima ratus) kilogram berupa:
  • mobil bus perseorangan; dan
  • mobil barang perseorangan;
  • SIM B II, berlaku untuk mengemudikan Ranmor berupa:
  • kendaraan alat berat;
  • kendaraan penarik; dan
  • kendaraan dengan menarik kereta tempelan atau gandengan perseorangan
    dengan berat yang diperbolehkan untuk kereta tempelan atau gandengan lebih dari 1.000 (seribu) kilogram;
  • SIM C, berlaku untuk mengemudikan Sepeda Motor, terdiri atas :
  • SIM C untuk pengemudi Sepeda Motor dengan kisaran kapasitas silinder (cylinder capacity) paling tinggi 250 (dua ratus lima puluh) kapasitas silinder;
  • SIM C untuk pengemudi Sepeda Motor dengan kisaran kapasitas silinder
    (cylinder capacity) antara 250 (dua ratus lima puluh) sampai dengan 750
    (tujuh ratus lima puluh) kapasitas silinder (cylinder capacity); dan
  • SIM C untuk pengemudi Sepeda Motor dengan kisaran kapasitas silinder
    (cylinder capacity) di atas 750 (tujuh ratus lima puluh) kapasitas silinder (cylinder capacity);
  • SIM D, berlaku untuk mengemudi Ranmor Khusus bagi penyandang cacat.

     2. SIM Umum

Pasal 8

  • SIM A Umum, berlaku untuk mengemudikan Ranmor dengan jumlah berat yang
    diperbolehkan tidak melebihi 3.500 (tiga ribu lima ratus) kilogram berupa:
  • mobil penumpang umum; dan
  • mobil barang umum;
  • SIM B I Umum, berlaku untuk mengemudikan Ranmor dengan jumlah berat yang
    diperbolehkan lebih dari 3.500 (tiga ribu lima ratus) kilogram berupa:
  • mobil penumpang umum; dan
  • mobil barang umum;
  • SIM B II Umum, berlaku untuk mengemudikan Ranmor berupa:
  • kendaraan penarik umum; dan
  • kendaraan dengan menarik kereta tempelan atau gandengan umum dengan
    berat yang diperbolehkan untuk kereta tempelan atau gandengan lebih dari
    1.000 (seribu) kilogram.

    3. SIM International

           Pasal 9
  • SIM Internasional, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (3), diberikan kepada Pengemudi yang   akan mengemudikan Ranmor di negara lain berdasarkan perjanjian internasional di bidang lalu lintas dan angkutan jalan.
  •  Penentuan golongan SIM Internasional, sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dilakukan dengan cara membubuhkan cap pada kolom di samping foto pemilik dan diberikan sesuai golongan SIM yang dimiliki.
  • Golongan SIM Internasional dan penggunaannya ditetapkan sesuai dengan Konvensi Internasional tentang Lalu Lintas Jalan (convention on Road Traffic).

Itulah Jenis-Jenis SIM, Semoga Bermanfaat Sahabat Yuridis 🙂

Sumber : Pasal (7),(8),(9) Peraturan Kapolri Nomor 9 Tahun 2012  tentang Surat Ijin Mengemudi

Anda mungkin juga berminat