Pengakuan Anak dan Pengesahan Anak

Sumber Foto: https://kantorpengacara.co/prosedur-pengesahan-anak-yang-perlu-anda-pahami/

Berdasarkan Pasal 43 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan jo. Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010 tanggal 17 Februari 2012, anak yang dilahirkan di luar perkawinan hanya mempunyai hubungan perdata dengan ibunya dan keluarga ibunya serta dengan laki-laki sebagai ayahnya yang dapat dibuktikan berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi dan/atau alat bukti lain menurut hukum mempunyai hubungan darah, termasuk hubungan perdata dengan keluarga ayahnya.

Apabila si ibu ingin suaminya mempunyai hubungan hukum perdata dengan anak yang berstatus anak luar kawin tersebut, ada dua jalan yang bisa ditempuh:

Pengakuan Anak

Pengakuan Anak Pengakuan secara hukum dari seorang ayah biologis terhadap anaknya yang lahir di luar ikatan perkawinan yang sah atas persetujuan ibu kandung anak tersebut, pengakuan anak akan menimbulkan hubungan perdata antara anak yang diakui dengan ayah kandung, tetapi tidak menimbulkan hubungan perdata antara ayah kandung dengan ibu kandung.

  • Pengakuan Anak wajib dilaporkan oleh orang tua pada Instansi Pelaksana paling lambat 30  (tiga puluh) hari , sejak tanggal Surat Pengakuan Anak oleh ayah dan disetujui oleh Ibu dari anak yang bersangkutan . 
  • Pengakuan anak hanya berlaku bagi anak yang orang tuanya telah melaksanakan perkawinan sah menurut hukum dan agama, tetapi belum sah menurut hukum Negara.
  • Berdasarkan laporan tersebut Pejabat Pencatatan Sipil mencatat pada Register Akta Pengakuan Anak dan menerbitkan Kutipan Akta Pengakuan Anak.
  • Proses laporan Pengakuan Anak pada Instansi Pelaksana (Disdukpil) paling lambat 7 (tujuh) hari.

Persyaratan:

  1. Foto copy KK dan KTP ayah biologis dan Ibu kandung.
  2. Foto copy kutipan Akta Kelahiran.
  3. Foto Copy Surat Perkawinan Agama (dilegalisir).
  4. Surat Pengakuan anak dari ayah biologis yang di setujui oleh ibu kandung.
  5. Surat pengantar dari RT dan diketahui Lurah.

Pengesahan Anak

Pengesahan status hukum seorang anak yang lahir, di luar ikatan perkawinan yang sah, kemudian diikuti dengan perkawinan yang sah oleh kedua orang tua anak  tersebut.

  • Setiap pengesahan anak wajib dilaporkan oleh orang tua kepada Instansi Pelakana paling lambat 30  (tiga puluh) hari  sejak ayah dan ibu dari anak yang bersangkutan melakukan perkawinan dan mendapatkan akta perkawinan.  
  • Pengurusan anak hanya berlaku bagi anak yang orang tuanya telah melaksanakan perkawinan sah menurut hukum agama dan hukum Negara.
  • Berdasarkan laporan sebagaimana dimaksud, Pejabat Pencatatan Sipil mencatat padaRegister Akta Pengesahan Anak dan  menerbitkan Kutipan Akta Pengesahan Anak
  • Proses Penerbitan  Pengesahan Anak pada Instansi Pelaksana (Disdukpil) paling lambat 7 (tujuh) hari

Persyaratan: 

  1. Surat pengantar dari RT diketahui lurah setempat
  2. Foto Copy KK dan KTP kedua orang tua
  3. Akta Lahir anak yang akan disahkan
  4. Foto Copy Akta Perkawinan orang tua.
  5. Surat pernyataan dari orang tua terhadap anak kandung nya  untuk disahkan sebagaianak suami-isteri.

Sumber:

Pasal 43 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan jo. Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010 tanggal 17 Februari 2012

Anda mungkin juga berminat