Penetapan Ahli Waris Berdasar Keterangan Palsu

Sumber Foto : http://cdn2.tstatic.net/jabar/foto/bank/images/surat-izin-palsu_20171129_090945.jpg

Kategori : Putusan Terpilih

Pengadilan Negeri Sekayu
Nomor Register: 95/Pts.Pid/B/1992/PN. Sekayu
Tanggal Putusan : 28 Juli 1992

Mahkamah Agung RI
Nomor Register: 521 K/Pid/1993
Tanggal Putusan : 30 Januari 1994

Catatan Redaksi:

  • Dari putusan Mahkamah tersebut di atas dapat diangkat Abstrak Hukum sebagai berikut :
  • Adjis mengajukan permohonan ke Pengadilan Agama untuk memperoleh “Penetapan Ahli Waris”. Dlama surat permohonan maupun dalam keterangannya dibawah sumpah, dimuka persidangan, pemohon menyatakan dimuka Hakim, bahwa pemohon satu-satunya ahli waris dari ayahnya almarhum Dulgani. keterangan pemohon ini dikuatkan dengan dua orang saksi yang memberikan keterangan disidang dibawah sumpah. Kenyataannya, pemohon masih mempunyai ibu dan saudara-saudara kandung yang masih hidup, namun diterangkannya bahwa keduanya telah meninggal dunia. Perbuatan Pemohon itu termasuk dalam kwalifikasi kejahatan ex pasal 242 (1) KUHP “Dengan sengaja memberikan keterangan palsu dibawah sumpah dalam keadaan dimana undang-undang mengikatkan akibat hukum pada keterangan itu
  • Demikian catatan atas kasus ini

Sumber :
Majalah Hukum Varia Peradilan Tahun XI No.123.DESEMBER.1995. Hlm 5

Anda mungkin juga berminat