Pemindahan Hak Dengan Lelang

Lelang adalah proses membeli dan menjual barang atau jasa dengan cara menawarkan kepada penawar, menawarkan tawaran harga lebih tinggi, dan kemudian menjual barang kepada penawar harga tertinggi. Nah, bagaimana sih proses pemindahan hak dengan lelang? berikut ini penjelasannya :

  1. Peralihan hak melalui pemindahan hak dengan lelang hanya dapat didaftar jika dibuktikan dengan kutipan risalah lelang yang dibuat oleh Pejabat Lelang.
  2. Selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja sebelum suatu bidang tanah atau satuan rumah susun dilelang baik dalam rangka lelang eksekusi maupun lelang non-eksekusi, Kepala Kantor Lelang wajib meinta keterangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 kepada Kantor Pertanahan mengenai bidang tanah atau satuan rumah susun yang akan dilelang.
  3. Kepala Kantor Pertanahan mengeluarkan keterangan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) selambat-lambatnya 5(lima) hari kerja setelah diterimanya permintaan dari Kepala Kantor Lelang.
  4. Kepala Kantor Lelang menolak melaksanakan lelang, apabila :  a. Mengenai tanah yang sudah terdaftar atau hak milik atas satuan rumah susun :1. Kepadanya tidak dserahkan sertifikat asli hak yang bersangkutan, kecuali dalam hal lelang
    eksekusi yang dapat tetap dilaksanakan  walaupun sertifikat asli hak tersebut tidak diperoleh
    oleh Pejabat Lelang dan pemegang haknya;atau
    2. Sertifikat yang diserahkan tidak sesuai dengan daftar-daftar yang ada di Kantor
    Pertanahan;atau
    b. Mengenai bidang tanah yang belum terdaftar, kepadanya tidak disampaikan;
    1) Surat bukti hak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (1), atau surat keterangan Kepala
    Desa/Kelurahan yang menyatakan bahwa yang bersangkutan menguasai bidang tanah tersebut
    sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (2); dan
    2) Surat keterangan yang menyatakan bahwa bidang tanah yang bersangkutan belum bersertifikat
    dari Kantor Pertanahan, atau untuk tanah yang terletak di daerah yang jauh dari kedudukan
    Kantor Pertanahan, dari pemegang hak yang bersangkutan dengan dikuatkan oleh Kepala
    Desa/Kelurahan; atau

    c. Ada perintah Pengadilan Negeri untuk tidak melaksanakan lelang berhubungan dengan sengketa
    mengenai tanah yang bersangkutan.

  5. Untuk pendaftaran peralihan hak yang diperoleh melalui lelang disampaikan kepada Kepala Kantor Pertanahan :

a. kutipan risalah lelang yang bersangkutan;

b. 1) sertifikat hak milik atas satuan rumah susun atau hak atas tanah yang dilelang jika bidang tanah yang
bersangkutan sudah terdaftar; atau

2) dalam hal sertifikat tersebut tidak diserahkan kepada pembeli lelang eksekusi surat keterangan dari
Kepala Kantor Lelang mengenai alasan tidak diserahkannya sertifikat tersebut; atau

3) jika bidang tanah yang bersangkutan belum terdaftar, surat-surat sebagaimana dimaksud dalam ayat
(4) huruf b Pasal ini;
c. bukti identitas pembeli lelang;

d. bukti perlunasan harga pembelian;

Sumber : UU Agraria Nomor 5 Tahun 1960 Pasal 41 Tentang Pemindahan Hak Lelang

Anda mungkin juga berminat