PEMBAGIAN HARTA WARISAN SUAMI BERISTRI DUA ORANG

Kategori: PUTUSAN TERPILIH

Pengadilan Agama di Malang

Nomor : 146/Pdt.G/1993/PA.Mlg

Tanggal : 28 April 1993

Pengadilan Tinggi Agama Surabaya

Nomor : 33/Pdt.G/1994/PTA.Sby

Tanggal : 28 Februari 1994

Mahkamah Agung RI

Nomor : 37 K/AG/1995

Tanggal : 28 September 1995

Catatan:

  • Dari putusan Mahkamah Agung tersebut diatas dapat diangkat “Abstrak Hukum” sebagai berikut:
  • Dalam suatu gugatan perkara perdata,
  • Hakim memberikan putusan verstek, bilamana Tergugat tidak hadir setelah dipanggil secara patut menurut Undang-Undang.
  • Hakim akan memberikan putusan contradictoir, bilamana Tergugat tidak hadir setelah dipanggil dengan patut, namun meskipun demikian ketidak hadiran Tergugat tersebut, ia telah mengirim surat jawaban untuk menanggapi surat gugata yang ia terima melalui juru sita Pengadilan.
  • Bilamana para pihak yang bersengketa sebelum persoalannya diajukan ke Pengadilan, mereka telah bersepakat melalui “Akta peradilan” yang berisi berapa besar bagian masing-masing ahli waris atas harta peninggalan tersebut, maka bilamana persoalannya tetap juga diajukan gugatan perdata ke Pengadilan, maka Hakim dalam memberikan putusannya, seharusnya tetap berpegangan pada”Akta Perdamaian” yang telah disepakati oleh para pihak yang bersengketa tersebut.

“Akta Perdamaian” wajib dan seharusnya ditaati dan dilaksanakan oleh para pihak yang membuatnya dan Hakim seharusnya menghormati ketentuanketentuan yang tertuang dalam “Akta Perjanjian Perdamaian” para pihak tersebut.

  • Demikian catatan atas kasus ini.

Sumber :MAJALAH HUKUM VARIA PERADILAN NO.139. TAHUN. XII. APRIL.1997. HLM.33

PUTUSAN TERSEDIA : PENGADILAN AGAMA

Anda mungkin juga berminat