PEMBAGIAN HARTA WARISAN MENURUT HUKUM ISLAM

Kategori: PUTUSAN TERPILIH

Pengadilan Agama di Tapaktuan

Nomor : 34/Pdt.G/1996/PA.TTN

Tanggal : 6 Maret 1997

Pengadilan Tinggi Agama Badan Aceh

Nomor : 37/Pdt.G/1997/PTA.BNA

Tanggal : 16 September 1997

Mahkamah Agung RI

Nomor : 37.K/AG/1998

Tanggal : 30 Desember 1999

Catatan:

  • Abstrak hukum/Kaidah hukum yang dapat diangkat dari putusan Mahkamah Agung diatas sebagai berikut :
  • Gugatan yang diajukan oleh Penggugat sebagai istri kedua terhadap Harta Peninggalan almarhum suaminya (Tgk. H. Ubit Cut) yang masih dikuasai oleh anak-anaknya yang lahir dari istri pertama dan Harta Peninggalan tersebut terbukti adalah Harta Bersama, maka gugatan yang materinya demikian itu merupakan perkara murni pembagian harta warisan dan tidak ada sengketa hak milik, ex pasal 50 Undang-undang No.7/tahun 1989, sehingga Pengadilan Agama berwenang mengadili perkara harta warisan ini.
  • Demikian catatan dari putusan tersebut.

Sumber :MAJALAH HUKUM VARIA PERADILAN NO.202. TAHUN. XVII. JULI. 2002. HLM.81

PUTUSAN TERSEDIA : MAHKAMAH AGUNG R.I.

Anda mungkin juga berminat