Pemalsuan Surat Keterangan Dokter

Surat keterangan dokter adalah surat yang dikeluarkan oleh pihak rumah sakit, puskemas atau dokter yang menerangkan bahwa pasien sedang sakit. Sehingga memerlukan waktu untuk beristirahat. Surat keterangan dokter bisa digunakan sebagai lampiran pada surat  izin ketika seseorang tidak masuk kerja atau masuk sekolah karena sakit. Namun, apa akibatnya jika ada yang sengaja memalsukan surat keterangan dokter tersebut? berikut penjelasannya :

Pada pasal 267 dan 268 UU KHUP dijelaskan bahwa :

a. Pasal 267

  1. Seorang dokter yang dengan sengaja memberikan surat keterangan palsu tentang ada atau tidaknya penyakit, kelemahan atau cacat, dipidana dengan penjara paling lama 4 tahun.
  2. Jika keterangan diberikan dengan maksud untuk memasukan seseorang ke dalam rumah sakit jiwa atau untuk menahannya disitu, dijatuhkan pidana penjara paling lama 8 tahun 6 bulan.
  3. Dipidana dengan pidana yang sama, barangsiapa yang dengan sengaja memakai surat keterangan palsu itu seolah isinya sesuai dengan kebenaran

b. Pasal 268

  1. Barang siapa membuat secara palsu atau memalsu surat keterangan dokter tentang ada atau tidak adanya penyakit, kelemahan atau cacat, dengan maksud untuk menyesatkan penguasa umum atau penanggung, diancam dengan pidana penjara paling lama 4 tahun.
  2. Dipidana dengan pidana yang sama, barang siapa dengan maksud yang sama memakai surat keterangan yang tidak benar atau yang dipalsu, seolah-olah surat itu benar dan tidak dipalsu.

Sumber : Adami Chazawi, Kejahatan Mengenai Pemalsuan, (Malang : PT. Rajagrafindo Persada, 2000), hlm. 116 dan 123

Anda mungkin juga berminat