Pelaku Delict Dalam Keadaan Jiwa “Amok” Penerapan Pasal 44 K.U.H.P.

 

Mahkamah Militer III/14 Denpasar:

No. PTS.47/K/Pol/XII/1986, tanggal 16 Desember 1986

Mahkamah Militer Tinggi III/Surabaya

No.36/MMT.III/K/Pol/I/1987, tanggal 30 Januari 1987

Mahkamah Agung R.I.

No. 33. K/Mil/1987, tanggal 27 Februari 1988

Catatan:

  • Dari perkara ini kita dapat mencatat beberapa hal sebagai berikut:
  • Bahwa Judex facti telah mendengar keterangan Saksi Ahli Dokter Jiwa yang menerangkan bahwa setelah ia memeriksa terdakwa yang waktu itu masih dalam keadaan stress dari segi pemotretan kepala-segi gelombang otak serta segi bolamata, dengan mendengar pendapat dokter lainnya dalam suatu rapat, pada akhirnya disimpulkan, bahwa terdakwa ternyata tidak tahan stress berat, sehingga dapat menimbulkan gangguan jiwa yang explosif secara mendadak yang disebabkan karena adanya gangguan Amok yang besar. Akibatnya terdakwa tidak bisa ingat apa yang telah dilakukannya. Kelakuannya itu timbulnya juga secara mendadak.
  • Judex facti tidak sependapat dengan keterangan saksi ahli ini
  • Bahwa majelis MA-RI dalam pertimbangan hukumnya nampaknya dapat menerima keterangan saksi ahli tersebut dan dijadikan dasar dari putusannya.
  • Bahwa keadaan pribadi seseorang yang mengalami “stress berat” sehingga tergolong dalam gangguan Amok yang besar, maka ia tidak menyadari apa yang dilakukannya. Orang semacam ini telah terganggu pikiran sehatnya (ziekelijk storing deverstandelijk vermogens). Oleh karena itu, bila ia melakukan delict, ia tidak mempunyai “unsur kesalahan”, sehingga pasal 44 (1) KUHPidana dapat diterapkan dalam kasus ini.
  • Bahwa menurut majelis MA-RI, amar putusan dalam kasus semacam ini adalah:
  • Delict dinyatakan tidak terbukti dengan sah dan meyakinkan.
  • Terdakwa dilepas dari segala tuntutan hukum.
  • Demikian Catatan atas kasus ini

Sumber : Majalah Hukum Varia Peradilan No. 40. Tahun.VI. Januari. 1989. Hlm.54.

Putusan Tersedia : Mahkamah Militer Tinggi III Surabaya & Mahkamah Agung RI (Kasasi).

“Untuk pemesanan pengetikan kembali naskah putusan/yurisprudensi silahkan menghubungi : WA: 0817250381 dan untuk informasi konsultasi dan mengundang kami, silahkan hub no WA (hanya pesan) : 0811-2881-257 ”

Anda mungkin juga berminat