Pegawai Negeri Kawin Lagi Kadonya Hukuman Penjara

Hak Cipta Foto: Irawan Harahap

Pengadilan Negeri Kolaka

No. 10/Pid.B/1999/PN.KLK, tanggal 11 April 1999

Pengadilan Tinggi SULTRA di Kendari

No. 20/PID/2000/PT. SULTRA tanggal 24 Juni 2000

Mahkamah Agung RI

No. 1311 K/Pid/2000, tanggal 10 Oktober 2000

Catatan:

Abstrak Hukum yang dapat diangkat dari putusan Mahkamah Agung yang mengambil alih pertimbangan hukum dan amar putusan Pengadilan Negeri yang dinilai sudah benar adalah sebagai berikut:

Putusan Pengadilan Agama dan Pengadilan Tinggi Agama telah mengabulkan gugatan seorang suami (Penggugat) untuk menceraikan (mentalag) istrinya (Tergugat).

Oleh karena Tergugat mengajukan upaya hukum kasasi atas putsuan Judex facti tersebut, dan masih belum ada putusan dari Mahkamah Agung, maka putusan Pengadilan Agama dan Pengadilan Tinggi Agama a’quo, masih belum mempunyai kekuatan hukum tetap, sehingga Penggugat dan Tergugat dalam gugatan tersebut, secara yuridis, masih terikat dalam hubungan sebagai suami-istri sah.

Tanpa menunggu terbitnya Putusan Kasasi Mahkamah Agung, Penggugat (suami) kemudian kawin lagi dengan perempuaan lain (Siti Aisah), padahal ia, suami masih terikat dalam perkawinannya dengan istrinya Hanatia (Tergugat), maka perbuatan suami tersebut memenuhi unsur Tindak Pidana ex pasal 279 ayat (1) ke 2 KUH Pidana: “Melakukan perkawinan, sedangkan perkawinannya yang sudah ada menjadi halangan yang sah baginya untuk kawin lagi”

Mahkamah Agung menjatuhkan hukuman penjara 4 bulan kepada terdakwa (suami) dan diperinyahkan untuk ditahan.

Pemilihan naskah dilakukan oleh Irawan Harahap, S.H., S.E., CLA

Pengetikan dilakukan oleh tim Kantor Hukum Irawan Harahap & Rekan

Sumber : Varia Peradilan (Majalah Hukum) Tahun XX No. 230, Nopember 2004, Hlm. 35

Anda mungkin juga berminat