Nasib Kesehatan Masyarakat Miskin Menurut Undang –Undang

Sumber foto : http://riaugreen.com/photo/dir112016/riaugreen_Buruknya-Pelayanan-Kesehatan-Terhadap-Masyarakat-Miskin.jpg

Kesehatan merupakan harapan serta keinginan setiap orang yang
mereka minta dimanapun atau kapanpun mereka berada. Karena kondisi kesehatan yang baik ini maka dapat melaksanakan aktivitas sehingga dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi mereka dengan golongan ekonomi rendah yang diharuskan bekerja keras dengan melakukan apa saja agar dapat terpenuhinya kebutuhan keluarganya  yang terkadang mereka lupa diri untuk menjaga kesehatan tubuh. Beberapa kasus yang terjadi di kalangan masyarakat ekonomi rendah ini adalah mereka sampai lupa waktu untuk beristirahat serta menjaga asupan makananya.

Bagaimana tidak hal ini terjadi, karena saat  mereka menjalani satu pekerjaan saja tidak bisa menutupi kebutuhan keluarganya apalagi
anak-anak yang sedang bersekolah. Walaupun terkadang, sekeras apapun pekerjaan yang mereka lakukan ini semata-mata hanya untuk mencukupi makanan dan tidak bisa
berharap akan kebutuhan lainnya.
 

Pada dasarnya kebutuhan akan kesehatan ini menjadi
segala-galanya dibandingkan dengan kebutuhan akan uang sekalipun, dikarenakan terkadang uang banyak sekalipun tetapi selalu sakit-sakitan dan hal ini percuma saja. Tentu saja ini menjadi gambaran bahwa kesehatan memiliki kedudukan pertama. Walaupun mereka memegang prinsip “untuk apa duit banyak daripada sakit-sakitan”, tetapi apalah daya masyarakat ekonomi rendah yang terkadang harus lupa untuk menjaga kesehatannya hingga mengakibatkan mereka merasakan sakit. Bagi masyarakat golongan ekonomi atas, memang sangatlah mudah untuk
memilih rumah sakit yang mereka inginkan. Berbeda halnya dengan mereka dengan ekonomi bawah yang selalu pikir paanjang untuk berobat kerumah sakit karna takut akan mahalnya biaya pengobatan dirumah sakit. Dengan kondisi keuangan yang hanya cukup makan sehari-hari, sehingga mereka lebih memiliki merawat diri sendiri dirumah dengan obat yang dibeli dari warung sesuai dengan keluhan yang mereka rasakan.

Ketakutan masyarakat yang ingin berobat dirumah sakit memang
tidak lagi menjadi rahasia umum lagi, apalagi ada beberapa video yang viral di media sosial mengenai masyarakat yang kurang mampu saat berobat dirumah sakit dan tidak ada perawat ataupun dokter yang merespon mereka dengan alasan biaya pengobatan sehingga mereka tidak melakukan tindakan.  Dari video tersebut bahkan salah satu pasien menghembuskan nafas terakhirnya dirumah sakit karena
tidak ada tindakan medis yang diberikan kepadanya. Tentu saja ini hal yang sangat miris karena berhubungan secara langsung dengan nyawa seseorang. Masyarakat kurang mampu ini seolah-olah tidak diberi hak pelayanan kesehatan yang perlu diperhatikan oleh hukum. Oleh sebab itu, kita harus mengetahui bahwa setiap warga negara diberi hak untuk mendapat pelayanan kesehatan menurut Peraturan Perundang-Undangan. Ketentuan hukum yang paling mendasar dapat kita lihat didalam pasal 28 H ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945 yang menyatakan bahwa :

“Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat
tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak
memperoleh pelayanan kesehatan.”

Tentu saja, apabila kita artikan bahwa setiap orang baik itu
mereka yang mampu dalam segi ekonomi ataupun tidak mampu berhak mendapatkan pelayanan kesehatan. Oleh sebab itu, melalui dasar hukum diatas dinyatakan tidak ada diskriminasi atau pembedaaan tindakan medis. Lebih diperjelas lagi mengenai pelayanan kesehatan ini menurut Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan didalam pasal 32 yang menyatakan bahwa :

(1) Dalam keadaan darurat, fasilitas pelayanan kesehatan, baik
pemerintah maupun swasta, wajib memberikan pelayanan kesehatan bagi
penyelamatan nyawa pasien dan pencegahan kecacatan terlebih dahulu.

(2) Dalam keadaan darurat, fasilitas pelayanan kesehatan, baik
pemerintah maupun swasta dilarang menolak pasien dan/atau meminta uang muka.

Kehadiran Undang-Undang ini diharapkan agar rumah sakit tidak ada lagi
alasan untuk menolak masyarakat kurang mampu untuk datang berobat. Karena hal mengenai nyawa pasien diharapkan rumah sakit memberi pelayanan medis demi nyawa seseorang apalagi mereka yang tidak membawa yang sepeserpun. Menolong sesama tidak akan membuat kita menjadi miskin bahkan akan mendatangkan rezeki bagi kita. Salam yuridis.id

 

Sumber:

  • Undang-Undang Dasar 1945

  • Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang
    Kesehatan

 

 

Anda mungkin juga berminat