Menyerang Kehormatan Susila Kekerasan Atau Ancaman Kekerasan

Kategori : Putusan Terpilih

Pengadilan Negeri di Bale Bandung

Nomor : 08/Pid/B/1993/PN.BB

Tanggal : 23 September 1993

Mahkamah Agung RI

Nomor : 552.K/Pid/1994

Tanggal : 28 September 1994

Catatan:

  • Dari putusan Mahkamah Agung tersebut diatas dapat diangkat “Abstrak Hukum” sebagai berikut :
  • Dalam menerapkan pasal 289 K.U.H.P., maka unsur delict berupa, “Kekerasan” atau “Ancaman kekerasan memaksa orang lain…”, harus ditafsirkan secara luas, yaitu tidak hanya berupa kekerasan phisik (lahiriah), melainkan juga termasuk, kekerasan dalam arti psychis (kejiwaan)- psychische dwang- Paksaan kejiwaan tersebut, sedemikian rupa, sehingga korban menjadi tidak bebas lagi sesuai kehendaknya, yang akhirnya korban menuruti saja kemauan si pemaksa tersebut.
  • Judex facti dalam menghadpai Dakwan ex pasal 335 K.U.H.P., maka unsur delict dari pasal ini, pihak jaksa penuntut umum harus menguraikan secara rinci, cermat dalam surat Dakwannya. Bilamana tidak, maka Dakwan Jaksa penuntut umum tersebut adalah obscuur Libel. Akibat hukumnya : judex tidak facti harus menyatakan Dakwan Jaksa, tidak dapat diterima oleh pengadilan.
  • Sebutan kejahatan atau kwalifikasi ex pasal 289 K.U.H.P., adalah “Menyerang Kehormatan Susila”
  • Demikian catatan atas kasus ini.

Sumber :MAJALAH HUKUM VARIA PERADILAN  NO.121.TAHUN.XI.OKTOBER.1995.HLM.73

PUTUSAN TERSEDIA : MAHKAMAH AGUNG (MA)

Anda mungkin juga berminat