Mengadopsi Anak Yang Berbeda Agama

Adopsi adalah tindakan mengadopsi; diadopsi. Mengadopsi adalah untuk mengambil ke dalam keluarga seseorang (anak dari orang tua lain), terutama akibat perbuatan hukum formal. Di sekitar kita sering terlihat adopsi anak, nah bagaimana jika kita ingin sekali mengadopsi anak, namun anak tersebut berbeda agama dengan kita. berikut penjelasannya :

Perlu dipahami bahwa di Indonesia, mengadopsi anak yang berbeda agama dilarang dan tidak diperkenankan. Alasan yang melatarbelakangi pelarangan tersebut adalah bahwa dalam pengangkatan anak (adopsi) prinsip utama yang harus diperhatikan adalah kepentingan yang terbaik bagi si anak. Kepentingan terbaik di sini kita tidak hanya bicara tentang kepentingan si anak secara materi, tetapi juga memperhatikan sisi rohani (akidah dan akhlak) si anak. Ketentuan ini diatur dalam Pasal 39 Ayat (3) UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Namun, dalam hal tertentu adopsi anak yang berbeda agama dapat dilakukan sepanjang telah ada penetapan dari pengadilan. Jadi, dalam hal ini orangtua kandung si anak dan atau calon orang tua angkat dapat meminta pengadilan melakukan pengesahan terhadap tindakan adopsi tersebut.

NB : Pasal 39 Ayat 3 No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak  bahwa calon orangtua angkat harus seagama dengan agama yang dianut oleh calon anak angkat.

Sekian info dari yuridisID, see you next info 🙂

Sumber : Pasal 39 Ayat 3 No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak

Anda mungkin juga berminat