MENAMBAH “NAMA ALIAS” DALAM AKTA BUKAN DELIK PASAL 263 KUH.PIDANA

Kategori: KEPUTUSAN TERPILIH

Pengadilan Negeri Banjarnegara:

Nomor : 140/Pid.B/2000/PN.Bjn

Tanggal : 24 April 2001

Mahkamah Agung RI

Nomor : 1327.K/Pid/2001

Tanggal : 3 April 2002

Catatan :

  • Abstak Hukum/Kidah Hukum yang dapat diangkat dari putusan diatas sebagai berikut:
  • Pengertian “Membuat secara palsu” berarti pemalsuan didalam suatu surat tentang:

– sesuatu yang selayaknya tidak diisikan atau-

– isi/substansi/materi (daya pembuktian materiil)

– tanda tangan (daya pembuktian formil).

  • “Duplikat Surat Nikah” a’quo termasuk dalam pengertian “Surat” karena dapat digunakan sebagai alat bukti terhadap suatau kenyataan/atau Rechtsfeit.
  • Penambahan nama : “Alias R. Wukirman” dibelakang nama R. Alam Wakit Ranawi didalam Duplikat Akta Nikah, bukan merupakan detik pemalsuan surat ex pasal 263 KUH.Pidana karena nama R. Wukirman merupakan nama lain atau “alias” dari namanya sendiri R. Alam Wakit Ranawi
  • Karena unsur detik pasal 263 (1) KUH. Pidana “membuat palsu sutar” atau “memalsukan surat” tidak terbukti, sedangkan unsur tersebut merupakan salah satu unsur dari delik yang terdakwakan pasal 263 (2) KUH. Pidana, maka para terdakwa harus dibebaskan.
  • Demi catatan dari putusan diatas.

Sumber :MAJALAH HUKUM VARIA PERADILAN NO.213. TAHUN. XVIII. JUNI. 2003. HLM.99

PUTUSAN TERSEDIA : MAHKAMAH AGUNG RI 

 

Anda mungkin juga berminat