Menagih Hutang Dengan Paksa

Sumber Foto : https://cdn2.tstatic.net/jambi/foto/bank/images/20122017_tagih-hutang_20171220_002445.jpg

Kategori : Putusan Terpilih

Pengadilan Negeri di Pontianak
Nomor Register: 43/Pid/B/1990
Tanggal Putusan : 18 Oktober 1990

Mahkamah Agung RI
Nomor Register: 59 K/Pid/1991
Tanggal Putusan : 29 Oktober 1993

Catatan Redaksi:

  • Dari putusan Mahkamah Agung RI tersebut di atas dapat diangkat “Abstrak Hukum” sebagai berikut :
  • Hubungan hukum hutang-piutang uang pada saat jatuh tempo, ternyata pihak debitur masih belum dapat melunasi hutangnya. Pihak kreditur dalam melakukan penagihan piutangnya tersebut, kemudian menggunakan cara-cara kekerasan-keributan dan paksaan dengan maksud agar debitur menjadi takut atau malu dan bersedia menyerahkan barang miliknya kepada kreditur sebagai pembayaran hutangnya.
    Meskipun fakta ini dalam ruang lingkup pelaksanaan hubungan keperdataan, namun perbuatan kreditur yang bersifat kekerasan-memaksa-membuat keributan terhadap debitur tersebut, maka perbuatan menagih hutang dengan cara memaksa ini adalah merupakan perbuatan pidana ex pasal 368 (1) KUHP pidana yaitu pemerasan.
  • Dewasa ini dalam masyarakat sering terdengar adanya kejadian penagihan hutang terhadap debitur oleh kreditur dengan memakai debt collector dalam menagih hutang dengan cara dan memakai kekerasan-kekerasan. Kiranya putusan Mahkamah Agung ini dapat dipakai sebagai acuan dalam menangani para debt collector
  • Demikian catatan atas kasus ini.

Sumber :
Majalah Hukum Varia Peradilan Tahun X No.117.JUNI.1995. Hlm 70

Anda mungkin juga berminat