Melempar Atap Pabrik Karena Kesal? Begini Aturan Hukumnya

Baru-baru ini jika sahabat yuridis.id melihat berita di media massa, terjadi penangkapan terhadap empat orang perempuan yang berstatus telah menikah dan mempunyai anak pada Hari Rabu Tanggal 17 Februari 2021 tepatnya di Desa Wajageseng, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Alasan penangkapan tersebut dikarenakan 4 orang perempuan tersebut melempar atap pabrik tembakau. Apa yang dilakukan mereka karena rasa kekecewaan yang sama dengan 250 kepala keluarga lainnya yang khawatir akan kesehatan anak mereka akibat bau menyengat dari pabrik tembakau.

Akibat dari tindakan yang dilakukan 4 orang perempuan tersebut mengharuskan mereka terjerat ke ranah hukum. Pasal yang dikenakan yaitu Pasal 170 ayat 1 KUHP yang berbunyi “Barang siapa dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan.”

Mengapa di jerat pasal tersebut?

Karena pengakuan dari pemilik pabrik bahwa 4 orang tersebut melempar batu ke pabrik yang mengakibatkan para pekerja pemilik pabrik ketakutan dan atap pabrik bocor.

Apakah dapat digugat secara perdata?

Bisa, karena kita lihat pada kasus tersebut pemilik pabrik mengalami kerugian yaitu atap pabrik bocor. Maka, pemilik pabrik bisa menggugat secara perdata. Lihat pada pasal Pasal 1365 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata : “Tiap perbuatan melanggar hukum, yang membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang yang karena salahnya menerbitkan kerugian itu, mengganti kerugian.”

Demikian ulasan kami tentang kasus tersebut, semoga bermanfaat.

Sumber Hukum : 

  • KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA
  • KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PERDATA

 

Anda mungkin juga berminat