Majalah Varia Peradilan Cover

Masalah Penerapan Pasal 170 K.U.H.P

Kategori : Putusan Terpilih

Pengadilan Negeri di Rangkasbitung

Nomor : 32/Pts.Pid.B /1988. PN. Rkb

Tanggal : 28 Oktober 1988

Pengadilan Tinggi Bandung

Nomor : 305/Pid/B/1988. PT.Bdg

Tanggal : 18 Januari 1989

Mahkamah Agung RI

Nomor: 916.K/Pid/1989

Tanggal: 17 Juni 1989

Catatan:

  • Dari putusan Mahkamah Agung RI tersebut diatas kita dapat mengangkat adanya “Abstrak Hukum!.
  • Bahwa untuk menerapkan pasal 170 K.U.H.P., maka unsur delict berupa “openlijk” atau (Terang-terangan) – haruslah ditafsirkan bahwa perbuatan kekerasan itu dilakukan secara terbuka disuatu lokasi yang dapat dilalui oleh sembarang orang.
  • Bahwa adalah salah menerapkan hukum, bilamana yudex facti menafsirkan unsur delict “openlijk” dalam pasal 170 K.U.H.P. tersebut sebagai : perbuatan yang dapat dilihat oleh umum. Hal mana Nampak dalam pertimbangan putusan Pengadilan Tinggi yang menyatakan, bahwa kekerasan terhadap korban dilakukan pada waktu tengah malah dimana orang sudah tidur, dan terjai di Kebun yang bukan merupakan jalan umum, sehingga saat terjadi kekerasan tersebut, umum tidak dapat melihatnya. Karena itu, unsur-unsur “dimuka umum” dalam kasus ini, tidak terbukti.
  • Bahwa dalam pasal 170 KUHP, mengenai masalah besar kecilnya peranan masing-masing “pelaku peserta” dalam tindak kekerasan tersebut adalah tidak relevan. Sudah cukup keikutsertaan mereka dalam melakukan kekerasan itu, bagaimanapun kecilnya. Peranan itu baru berarti bagi pelaku yang dibuktikan bahwa “khusus perbuatan kekerasannya itu” megakibatkan – luka-luka berat- mati.
  • Pasal 170 menurut teks aslinya (W.v.S) sebagai berikut : ZIJ, die openlijk met vereenigde krechten gweld plegen tegen personen of goederen, worden gestraft ……. Enz.

Terjemahan menurut buku KUHP – R. Soesilo :

Barang siapa yang dimuka umum, bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang …. Komentarnya : “Dimuka Umum” ini dimaksudkan adalah di tempat public dapat melihatnya.

  • Terjemahan Buku Himpunan Peraturan Perundang-undangan, Ichtiar Baru-van Hoeve 1989 sebagai berikut :

Barang siapam secara – terang-terangan” dan secara bersama-sama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, ……. dst ….

  • Dengan demikian kita melihat pengertian “openlijk” dalam pasal 170 KUHP diterjemahkan dengan kata Bahasa Indonesia yang berbeda : yaitu : “Dimuka Umum”, dan ada yang menterjemahkan : “Terang-terangan”, yang dapt menimbulkan salah salah menafsirkannya.
  • Demikian catatan redaksi.

Sumber :

Majalah Hukum Varia Peradilan No. 64. Tahun. VI.Januari. 1991. Hlm. 75-76

Putusan Tersedia :  Pengadilan Tinggi & Mahkamah Agung RI (Tingkat Kasasi)

“Untuk pemesanan pengetikan kembali naskah putusan/yurisprudensi silahkan menghubungi : WA: 0817250381 dan untuk informasi konsultasi dan mengundang kami, silahkan hub no WA (hanya pesan) : 0811-2881-257

Anda mungkin juga berminat