MASALAH JURIDIS PEMALSUAN MERK =SUBVERSI=

Kategori : PUTUSAN TERPILIH

Pengadilan Negeri di Garut

Nomor : 7/Pid/B/1990

Tanggal : 16 Juni 1990

Pengadilan Tinggi Jawa Barat di Bandung

Nomor ; 254/Pid/1990/PT.Bdg

Tanggal ; 15 September 1990

Mahkamah Agung RI

Nomor : 2314.K/Pid/1990

Tanggal : 10 April 1991

Catatan:

  • Dari putusan Mahkamah Agung RI terhadap kasus ini, kita dapat menarik “Abstrak Hukum” sebagai berikut:
  • “Orang yang melakukan perbuatan memalsukan obat anti hama tanaman pangan”, dengan memakai kemasan dan merk meniru yang asli, selanjutnya barang tersebut diedarkan dan dijual kepada masyarakat Petani di beberapa daerah. Perbuatan ini dilakukannya dengan maksud untuk memperoleh keuntungan yang besar dalam waktu yang singkat. Karena peredaran barang yang palsu ini terbukti belum mengganggu Program Pemerintahan dibidang pangan, maka perbuatan tersebut belum dapat dikwalifisir sebagai Kejahatan SUBVERSI, sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang No. 11/PNPS/1963.
  • Delict yang dapat diterapkan terhadap perbuatan tersebut adalah delict ex pasal 256 (1) K.U.H.Pidana yang dirumuskan sebagai berikut:

“Memalsukan merk yang asli dengan maksud untuk memakai barang itu seolah-olah merknya asli dan tidak palsu”

  • Putusan judex facti yang dalam pertimbangan hukumnya berpendirian bahwa terdakwa (karena tidak terbukti kesalahannya) harus dibebaskan dari “Dakwaan Subsidair” dan “Dakwaan Lebih Subsidair”, maka judex facti dalam Diktum (Amar) putusannya, masalah tersebut harus dengan tegas diberikan putusan yang menyebutkan tentang pembebasan terdakwa dari “Dakwaan Subsidair” dan “Dakwaan Lebih Subsidair”.

Bila hal ini tidak diindahkan maka putusan judex facti tersebut akan dibatalkan oleh Mahkamah Agung RI, seperti halnya dalam kasus ini.

  • Demikian catatan atas kasus ini.

Sumber :MAJALAH HUKUM VARIA PERADILAN NO.75. TAHUN. VII. Desember.1991. HLM. 41

PUTUSAN TERSEDIA : PENGADILAN NEGERI

 

Anda mungkin juga berminat