“MASALAH “ ISBAT NIKMAT DALAM “GUGATAN CERAI” (HAKIM SALAH MENERAPKAN HUKUM)

Kategori : MAHKAMAH AGUNG R.I.

Pengadilan Agama Muara Bungo

Nomor : 43/Pdt.G/1999/PA.MAB

Tanggal : 25 Mei 1999

Pengadilan Tinggi Agama Jambi

Nomor : 13/Pdt.G/1999/PTA.JB

Tanggal : 20 September 1999

Mahkamah Agung RI

Nomor : 163.K/AG/2000

Tanggal : 7 November 2001

Catatan :

  • Abstrak Hukum yang dapat diangkat dari putusan Mahkamah Agung tersebut diatas sebagai berikut:
  • Permohonan “isbat nikah” yang digabungkan dalam gugatan ceria, dapat diterima oleh Mahkamah Agung, karena yang pokok perkara adalah bukan “isbat nikah”nya, melainkan masalah peceraiannya.
  • Amar putusan Pengendalian Agama yang tepat dan benar dalam perkara gugat perceraiaan, ic. Perkara ini, bukan “Memutuskan Ikatan Perkawinan antara Pegugat dengan Tergugat dengan Peceraian” melainkan:

“Menjatuhkan talak satu bain sughra” Tergugat (suami) kepada Penggugat (istri).

  • “Harta Bersama” dibagi dua antara suami dengan istri yang bercerai tersebut dan “Harta Bawaan” kembali kepada yang membawa harta dalam perkawinannya.
  • Demikian catatan dari putusan diatas

Sumber :MAJALAH HUKUM VARIA PERADILAN NO.227. TAHUN. XIX. AGUSTUS.2004. HLM.103

PUTUSAN TERSEDIA : MAHKAMAH AGUNG R.I.

Anda mungkin juga berminat