Mari Ketahui Perbedaan Notaris Dan PPAT

Notaris dan PPAT, pasti sebagian dari anda sering mendengar kata tersebut terutama bagi anda yang sering mengurus sertifikat dan akta tanah. Nah, pasti anda kadang sering bingung apakah PPAT dan Notaris itu sama atau tidak? Topik hari ini yuridisID akan membahas perbedaan antara keduanya. Berikut penjelasannya :

PERBEDAAN NOTARIS DAN PPAT

1) Definisi Dan Tempat Kedudukannya

  • NOTARIS DAN TEMPAT KEDUDUKANNYA
    Notaris adalah pejabat umum yang berwenang untuk membuat akta autentik dan memiliki kewenangan lainnya sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang ini atau berdasarkan undang-undang lainnya. (Pasal 1 angka 1 UU No 2/2014)
    Notaris mempunyai tempat kedudukan di daerah kabupaten atau kota. Notaris mempunyai wilayah jabatan meliputi seluruh wilayah provinsi dari tempat kedudukannya. (Pasal 18 UU 30/2014)
  •  PPAT DAN TEMPAT KEDUDUKANNYA
    Pejabat Pembuat Akta Tanah, selanjutnya disebut PPAT, adalah pejabat umum yang diberi
    kewenangan untuk membuat akta-akta otentik mengenai perbuatan hukum tertentu mengenai hak
    atas tanah atau Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun. (Pasal 1 angka 1 PP No 24/2016)
    PPAT mempunyai tempat kedudukan di kabupaten/kota di provinsi yang menjadi bagian dari daerah
    kerja. Daerah kerja PPAT adalah satu wilayah provinsi. (Pasal 12 ayat ayat (1) dan Pasal 12A PP 24/2016)

2) Kewenangan NOTARIS & PPAT 

  • KEWENANGAN NOTARIS
    Notaris berwenang membuat Akta autentik mengenai semua perbuatan, perjanjian, dan penetapan yang diharuskan oleh peraturan perundang-undangan dan/atau yang dikehendaki oleh yang berkepentingan untuk dinyatakan dalam Akta autentik, menjamin kepastian tanggal pembuatan Akta, menyimpan Akta, memberikan grosse, salinan dan kutipan Akta, semuanya itu sepanjang pembuatan Akta itu tidak juga ditugaskan atau dikecualikan kepada pejabat lain atau orang lain yang ditetapkan oleh undang-undang. (Pasal 15 ayat (1) UU 2/2014)
  • KEWENANGAN PPAT
    PPAT mempunyai kewenangan membuat akta otentik mengenai semua perbuatan
    hukum yaitu :
    a. jual beli;
    b. tukar menukar;
    c. hibah;
    d. pemasukan ke dalam perusahaan (inbreng);
    e. pembagian hak bersama;
    f. pemberian Hak Guna Bangunan/Hak Pakai atas Tanah Hak Milik;
    g. pemberian Hak Tanggungan;
    h. pemberian Kuasa membebankan Hak Tanggungan. (Pasal 3 Ayat (1) jo. Pasal 2 ayat (2) PP 37/1998)

3) PERBEDAAN LINGKUP KERJA NOTARIS DAN PPAT

Notaris membuat akta otnetik mengenai semua perbuatan, perjanjian dan penetapan yang diharuskan oleh peraturan perundang-undangan dan/atau yang dikehendaki para pihak. Sedangkan PPAT khusus hanya membuat akta otentik atas perbuatan hukum tertentu mengenai hak atas tanah atau Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun.

itulah perbedaan antara NOTARIS & PPAT. Semoga informasi singkat ini dapat bermanfaat bagi sahabat yuridisID. Yuk share sebanyak-banyaknya untuk mendukung terus website ini. Terimakasih 🙂

Sumber :

  • UU NOMOR 2 TAHUN 2004 TENTANG JABATAN NOTARIS

  • UU NOMOR 30 TAHUN 2004 TENTANG JABATAN NOTARIS

  • PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2016 TENTANG

    PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 37 TAHUN 1998 TENTANG PERATURAN

    JABATAN PEJABAT PEMBUAT AKTA TANAH

  • PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 1998 TENTANG PERATURAN JABATAN PEJABAT PEMBUAT AKTA TANAH

Anda mungkin juga berminat