Ketentuan Pidana Yang Menjerat Pelaku Pencurian Listrik

Sumber Foto : http://1.bp.blogspot.com/-6wbQAdg6uxY/VA3aRO7O4JI/AAAAAAAAAaU/aT79VLkD4po/s1600/Pencurian%2BListrik.jpg

Banyak masyarakat yang membuat kecurangan dengan berbagai modus, yakni salah satunya
perbuatan yang sering dilakukan adalah mencuri listrik dengan menyambung langsung dari tiang
dan biasanya sambungan tersebut langsung masuk instalasi listrik pencuri tanpa melewati
meteran PLN. Memang yang menjadi salah satu alasan masyarakat melakukan hal ini agar
terhindar pembayaran listrik. Apalagi pembayaran listrik saat ini mengalami kenaikan yang pesat
sehingga memperbanyak pengeluaran masyarakat.
Tetapi Pemerintah tidak tinggal diam dengan adanya pelanggaran pencurian listrik. Sehingga
Pemerintah menyiapkan upaya hukum bagi pelaku pencurian listrik. Hukuman tersebut untuk
memberikan efek jera agar pelaku pencurian listrik tidak mengulangi perbuatannya. Berikut ini
beberapa Ketentuan Hukum yang dapat menjerat pelaku pencurian listrik yakni :
1. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana
Didalam KUHP pengaturan mengenai pencurian listrik dapat kita lihat pada Bab XXII
tentang “ Pencurian ” dalam Pasal 362 yang menyatakan bahwa :
“Barang siapa mengambil barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan
orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, diancam karena
pencurian, dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau pidana denda paling banyak
Rp900-,”
Oleh sebab itu, perbuatan mengambil barang tersebut belum ada dalam kekuasaan atas
barang itu. Serta listrik tersebut disebut sebagai sebuah sesuatu yang berwujud walaupun
pada kenyataannya tidak berwujud.
2. Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 Tentang Ketenagalistrikan
Ketentuan yang mengatur mengenai pencurian listrik ini juga diatur secara khusus oleh
Negara yang dapat kita lihat Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang
Ketenagakerjaan pasal 51 ayat (3) yang mengatakan bahwa :
“Setiap orang yang menggunakan tenaga listrik yang bukan haknya secara melawan
hukum dipidana dengan pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan denda paling
banyak Rp2.500.000.000,00 (dua miliar lima ratus juta rupiah).”
Jadi, apabila kamu ketahuan melakukan tindak pidana pencurian maka Negara akan mengenakan
ketentuan pidana Undang-Undang nomor 30 tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan. Hal ini
dikarenakan adanya asas hukum “lex specialis derogat legi generali” yang secara sederhana
aturan yang khusus mengenyampingkan aturan yang bersifat umum. So you guys, jangan pernah
mengambil listrik ataupun barang milik orang lain yahhhh. Salam Yuridis.Id

Sumber : 

  • Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 Tentang Ketenagalistrikan

  • Kitab Undang-Undang Hukum Pidana

Anda mungkin juga berminat