Ketentuan Hukum Terhadap Pelaku Penabrak Hewan Peliharaan

sumber foto : cdns.klimg.com

Pertanyaan :

Selamat siang min, saya mau bertanya. Semalam ada pengendara mobil yang tiba-tiba melaju dan pada saat itu anjing saya bermain dipinggir area jalan raya. Lalu seketika, anjing saya ditabrak oleh sipengendara mobil tersebut hingga mati dandia terus melaju serta tidak berhenti melihat keadaan anjing peliharaan saya . Bagaimana bentuk pertanggungjawaban sipengendara mobil tersebut? Apakah kita bisa meminta ganti kerugian terhadapnya? Mohon dijawab min, Sekian admin dan terimakasih.

Jawab :

Sebelumnya terima kasih atas pertanyaan yang sudah saudara sampaikan. Memang sangat kesal sekali apabila peliharaan yang kita sayangi serta kita rawat dari kecil hingga besar. Si Pelaku ini bisa kita kenakan Undang-undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan . Dari segi Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, maka sipengendara mobil dapat dikenakan :

Pasal 234 ayat 1

Pengemudi, pemilik Kendaraan Bermotor, dan/atau Perusahaan Angkutan Umum bertanggung jawab atas kerugian yang diderita oleh Penumpang dan/atau pemilik barang dan/atau pihak ketiga karena kelalaian Pengemudi.

Tetapi ada pengecualiannya, yang dapat kita lihat pada pasal ini yaitu :

Pasal 234 ayat (3)

Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) tidak berlaku jika:

  1. adanya keadaan memaksa yang tidak dapat dielakkan atau di luar kemampuan Pengemudi;
  2. disebabkan oleh perilaku korban sendiri atau pihak ketiga; dan/atau
  3. disebabkan gerakan orang dan/atau hewan walaupun telah diambil tindakan pencegahan.

Nah, bagi anda sipemilik anjing tersebut dapat meminta ganti rugi dapat kita lihat pada pasal ini juga yakni :

Pasal 236

  1. Pihak yang menyebabkan terjadinya Kecelakaan Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 wajib mengganti kerugian yang besarannya ditentukan berdasarkan putusan pengadilan.
  2. Kewajiban mengganti kerugian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pada Kecelakaan Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (2) dapat dilakukan di luar pengadilan jika terjadi kesepakatan damai di antara para pihak yang terlibat.

Jadi, bagi pelaku penabrak  dapat diberlakukan ketentuan Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Masalah ganti kerugian bisa sesuai dengan kesepakatan para pihak yang terlibat.

Penjawab :

Team YuridisID

Anda mungkin juga berminat