Ketakutan Di Balik Pinjaman Berbasis Online

Sumber foto : https://cdns.klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2019/02/14/1050890/670×335/ngerinya-cara-tagih-pinjaman-online-ilegal-hingga-buat-korban-jual-ginjal.jpg

Berulang kali kita mengatakan bahwa perkembangan dan kemajuan pesat yang terjadi saat ini disebabkan dari media teknologi yang didukung dengan mudahnya akses internet tanpa adanya batas yang memberikan kemudahan bagi kita untuk melakukan aktivitas dan tidak lupa juga akibat yang timbul dari kemudahan tersebut. Salah satu kemudahan yang terjadi saat ini dari hadirnya teknologi ini adalah Pinjaman Dana berbasis online. Peminatnya dari berbagai pihak atau debitur yang penasaran atau adanya kebutuhan medesak karna suatu keharusan yang harus dibayar. Tentu saja hal ini sangat menarik perhatian kita, karna kita tidak perlu repot menjumpai sahabat, teman atau kerabat kita untuk meminjam uang bahkan tidak perlu menggadaikan suatu objek pada suatu lembaga peminjaman uang. Dengan adanya hal ini, semakin banyaknya kemudahan maka semakin mudah untuk menarik perhatian masyarakat.

Masalah pinjam meminjam uang pada zaman dahulu membutuhkan cara-cara yang sulit mulai dari mencari sahabat, kerabat atau keluarga yang mau meminjamkan dananya sampai menggadaikan suatu barang berharga milik kita agar sipeminjam percaya dengan kita dan dapat dicairkan apabila ada kebutuhan yang mendesak sipeminjam. Berbeda halnya dengan system peminjaman yang online ini yang dapat kita akses melalui sebuah aplikasi yang hanya didownload serta registrasi dengan mengisi identitas diri, nomor rekening serta dokumen lain yang dibutuhkan untuk memenuhi syarat peminjaman dana agar dana segera cair.

Dibalik kemudahan yang didapat masyarakat melalui peminjaman dana online atau disebut dengan aplikasi Fintech tetapi ada hal yang memberikan dampak yang merugikan sipeminjam atau debitur  karena bunga besar yang disyaratkan dalam peminjaman apabila debitur terlambat membayar tagihan. Sistem bunga dari pembayarannya akan naik apabila debitur tidak mampu hutangnya yang telah jatuh tempo dan debitur akan dihantui para debtcollector . Karena kasus ini selalu tayang di berita, media cetak bahkan media sosial mengenai kerugian yang dirasakan debitur dari pinjaman online.

Membahas mengenai dasar hukum Layanan Pinjaman Online mengacu pada aturan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016 Tahun 2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi. Nama lain dari Peminjaman Online adalah Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi, pengertiannya dapat kita lihat didalam pasal 1 angka 3  Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016 Tahun 2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi yang menyatakan bahwa :

“Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi adalah penyelenggaraan layanan jasa keuangan untuk mempertemukan pemberi pinjaman dengan penerima pinjaman dalam rangka melakukan perjanjian pinjam meminjam dalam mata uang rupiah secara langsung melalui sistem elektronik dengan menggunakan jaringan internet.”

Kehadiran Fintech dalam model bisnis layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi ini memang dapat mempersingkat proses panjang dalam mengajukan kredit atau peminjaman. Oleh sebab itu, membuat lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membuat kebijakan sebagai payung hukum karena melihat perkembangan fintech.

Kementrian Komunikasi dan Informasi juga menerbitkan himbauan kepada masyarakat public untuk berhati-hatu dalam menggunakan jasa layanan financial technology atau pinjaman online nakal. Apabila masyarakat pemakai layanan finansial ini merasa diteror, dihantui atau dilakukan hal-hal yang mencelakakan, dapat melaporkannya ke Otoritas Jasa Keuangan beserta bukti dengan melaporkan ke website https://konsumen.ojk.go.id/formpengaduan. Dan masyarakat juga dihimbau agar masyarakat jangan mau diteror “aplikasi pinjaman online” apalagi sampai isi kontak dari hape mu diakses oleh pihak fintech. Serta kita harus cermat memilih aplikasi pinjaman online yang menjaga dan memperhatikan keamanan data pribadi kita sebagai pelanggan. Tidak hanya melalui situs https://konsumen.ojk.go.id/formpengaduan, laporan pengadua juga dapat disampaikan melalui situs aduankonten.id dan melalui twitter @aduankonten .

Sumber : Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016 Tahun 2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi

Anda mungkin juga berminat