Kejahatan Yang Sering Terjadi Saat Mudik Beserta Ancaman Pidananya

Sumber Foto : https://cdn2.tstatic.net/jatim/foto/bank/images/daftar-nomor-telepon-darurat-sepanjang-tol-trans-jawa-catat-untuk-persiapan-mudik-lebaran-2019.jpg

Saat datangnya Hari Raya Idul Fitri, maka seluruh masyarakat yang tinggal di Perkotaan akan
melakukan mudik agar dapat menjumpai keluarga yang ada dikampung agar dapat bersama-
sama merayakan Hari Raya Idul Fitri. Harapan bagi pemudik agar dapat sampai dengan
selamat tanpa ada hambatan diperjalanan karena banyak hal yang terjadi selama di perjalanan
bahkan bisa berupa kecelakaan, kejahatan atau berbagai resiko. Tetapi yang paling mengintai
kita ada berbagai kejahatan yang membuat kita resah. Berikut ini beberapa kejahatan yang
yang sering terjadi selama Mudik beserta dengan ancaman pidana yang dapat menjerat pelaku
kejahatan yakni sebagai berikut :
1. Kejahatan Pencurian, Copet dan Penodongan
Pelaku pencurian ini dapat disebut sebagai Pencurian Biasa yang secara umum dapat
dijerat dengan pasal 362 KUHP yang menyatakan bahwa :
”Barangsiapa mengambil barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang
lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, diancam karena pencurian,
dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau denda paling banyak enam puluh rupiah”.
Apabila kita mengalami pencurian beserta kekerasan dari sipelaku kejahatan maka
ancaman pidana yang dapat menjeratnya adalah pasal 365 KUHP yang menyatakan bahwa:
(1) Diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun pencurian yang didahului,
disertai atau diikuti dengan kekerasan atau ancaman kekerasan, terhadap orang dengan
maksud untuk mempersiapkan atau mempermudah pencurian, atau dalam hal
tertangkap tangan, untuk memungkinkan melarikan diri sendiri atau peserta lainnya,
atau untuk tetap menguasai barang yang dicuri.
(2) Diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun:
1. jika perbuatan dilakukan pada waktu malam dalam sebuah rumah atau pekarangan
tertutup yang ada rumahnya, di jalan umum, atau dalam kereta api atau trem yang
sedang berjalan;
2. jika perbuatan dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu;
3. jika masuk ke tempat melakukan kejahatan dengan merusak atau memanjat atau
dengan memakai anak kunci palsu, perintah palsu atau pakaian jabatan palsu;
4. jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat.
(3) Jika perbuatan mengakibatkan kematian, maka diancam dengan pidana penjara paling
lama lima belas tahun.
(4) Diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu
tertentu paling lama dua puluh tahun, jika perbuatan mengakibatkan luka berat atau

kematian dan dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu, disertai pula oleh
salah satu hal yang diterangkan dalam no. 1 dan 3.
Ada juga pencurian yang memberatkan karena dilakukan pada saat yang tidak terduga-
duga seperti melakukan pencurian waktu terjadinya kecelakaan, bencana alam, kebakaran,
melakukan pembongkaran bahkan merusak serta memakai perintah atau jabatan palsu untuk
mengelabui si korban dapat dijerat pasal 363 yang menyatakan bahwa :
(1) Diancam dengan Pidana paling lama tujuh tahun:
1. Pencurian Ternak;
2. Pencurian pada waktu terjadi kebakaran, letusan, banjir, gempa bumi atau gempa
laut, gunung meletus, kapal karam, kapal tedampar, kecelakaan kereta api, huru-
hara, pemberontakan atau bahay perang;
3. Pencurian pada waktu malam dalam sebuah rumah atau di pekarangan tertutup yang
ada rumahnya, yang dilakukan oleh orang yang ada di situ tanpa diketahui atau tanpa
dikehendaki oleh yang berhak;
4. Pencurian yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu;
5. Pencurian yang untuk masuk ke tempat melakukan kejahatan, atau untuk dapat
mengambil barang yang hendak dicuri itu, dilakukan dengan merusak, memotong
atau memanjat, atau dengan memakai anak kunci palsu, perintah palsu atau pakaian
jabatan palsu.
(2) Bila pencurian tersebut dalam nomor 3 disertai dengan salah satu hal dalam nomor 4
dan 5, maka perbuatan itu diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan
tahun.
2. Penipuan Brmodus
Beberapa dari kita pasti pernah mengalami penipuan saat melakukan perjalanan mudik,
misalnya saja ada yang meminjam ponsel pribadi milik kita untuk menelpon sanak-
saudaranya, tetapi si peminjam ponsel tersebut tidak kunjung balik untuk mengembalikannya.
Pelaku yang melakukan tindak pidana ini dapat dijerat pasal 378 KUHP yang menyatakan
bahwa :

“Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara
melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat,
ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu
kepadanya, atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang, diancam karena
penipuan dengan pidana penjara paling lama empat tahun”.
Salah satu modus yang juga dilakukan pelaku kejahatan adalah Penipuan yang disertai
dengan Hipnotis, biasanya mereka mendekati calon korban dengan menatap matanya serta
mengaku-ngaku menjadi orang terdekat hingga kita tidak sadar bahwa barang-barang pribadi
udah diambil pelaku. Hipnotis ini merupakan delik membuat orang sakit yakni Penganiayaan
ringan yang diatur didadalam pasal 352 ayat (1) KUHP adalah:
“penganiayaan yang tidak menjadikan sakit atau halangan untuk melakukan jabatan atau
pekerjaan. Delik ini diancam hukuman tiga bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp. 4500.”
Dari beberapa kejahatan yang sering terjadi diatas, pasti beberapa dari sahabat Yuridis pernah
mengalaminya, atau bahkan pernah melakukannya ke orang lain. Jadi, berhati-hatilah karena
kejahatan selalu mengintai kita disetiap kesempatan.

Sumber : Kitab Undang-Undang Hukum Pidana

Anda mungkin juga berminat