Majalah Varia Peradilan Cover

Kedudukan “Ahli Waris Pengganti” Dalam Hukum Waris Islam

Kategori: Putusan Terpilih

Pengadilan Agama di Selong Kab. Lombok Timu
Nomor : 111/Pdt-G/1997/PA-SEL
Tanggal : 26 Agustus 1997 M

Pengadilan Tinggi Agama di Mataram
Nomor : 04/Pdt-G/1998/PTA.MTR
Tanggal : 28 Maret 1988 M

Mahkamah Agung RI
Nomor : 354.K/AG/1998
Tanggal : 28 Oktober 1999 M

Catatan :

  • “Kaidah Hukum” yang dapat diangkat dari putusan Mahkamah Agung tersebut diatas sebagai berikut :
  • Kasus harta warisan yang terjadi tahun 1988, dapat diterapkan “Kompilasi Hukum Islam” (yang berlakunya tahun 1991 – Inpres No. 1/tahun 1991), karena gugatan perdata masalah harta warisan tersebut diajukan ke Pengadilan Agama pada tahun 1997, setelah berlakunya “K.H.I”.
  • Menurut Kompilasi Hukum Islam Pasal 185 = Ahli Waris yang meninggal lebih dulu dari pada “Si Pewaris”, maka kedudukan Ahli Waris ini dapat diganti oleh anaknya yang disebut sebagai “Ahli Waris Pengganti”, yang bagiannya dari Harta Warisan tersebut tidak boleh melebihi dari bagian ahli waris yang sederajat dengan yang diganti dalam perkara diatas = ahli waris :
    – Anak lelaki memperoleh = 6/18 bagian.
    – Anak perempuan ahli waris pengganti = 1/18 bagian.
    – Anak lelaki ahli waris pengganti = 2/18 bagian.
  • Demikian Catatan dari putusan diatas.

Sumber : Majalah Hukum Varia Peradilan No.230.Tahun. XX. Nopember.2004

Putusan Tersedia : Mahkamah Agung RI (Tingkat Kasasi)

“Untuk pemesanan pengetikan kembali naskah putusan/yurisprudensi silahkan menghubungi : WA: 0817250381 dan untuk informasi konsultasi dan mengundang kami, silahkan hub no WA (hanya pesan) : 0811-2881-257 ”

Anda mungkin juga berminat