Kasus Suami Beristeri Ganda

Kategori : Putusan Terpilih

Pengadilan Negeri Kab.Magelang

Nomor : 47/Pid.B/1989/PN/KAB/MGL

Tanggal : 10 APRIL 1990

Pengadilan TinggI Jawa Tengah Semarang

Nomor : 352/Pid/1989/PT.smg

Tanggal : 18 September 1990

Mahkamah Agung RI

Nomor : 338.K/Pid/1991

Tanggal : 7 September 1994

Catatan :

  • Dari putusan Mahkamah Agung RI tersebut diatas dapat diangkat “Abstrak Hukum” sebagai berikut :
  1. Bagi pria yang beragama islam unsur perbuatan pidana ex pasal 279 KUH Pidana berupa “ Perkawinan sudah ada menjadi halangan yang sah untuk melakukan perkawinan lagi “ Unsur delict ini, menurut Mahkamah Agung diartikan : bahwa adanya perkawinan lebih dari empat kali itulah yang merupakan halangan dan pelanggaran terhadap pasal 279 KUH Pidana.
  2. Sekalipun azaz perkawinan merupakan Undang-Undang No.1/1974 adalah monogami namun azaz ini tidak bersifat mutlak bagi pria yang beragama Islam karena pria ,masih dimungkinkan untuk beristri lebih dari satu orang dengan memenuhi syarat yang ditentukan dalam pasal 40 jo pasal 5(1) Undang – Undang No.1/1974 Tentang keharusan adanya izin dari istri terdahulu atau izin Pengadilan .
  • Delict yang terbukti dalam kasus ini adalah perbuatan pria (terdakwa) beristri 2 tanpa izin lebih duulu dari istri terdahulu atau dari pengadilan. Delict ini tidak didakwakan oleh jaksa penuntut umum
  • Demikian catatan atas kasus ini.

Sumber :MAJALAH HUKUM VARIA PERADILAN

NO.144.TAHUN.XII.SEPTEMBER.1997.HLM.35

PUTUSAN TERSEDIA : MAHKAMAH AGUNG (MA)

Anda mungkin juga berminat