Kasus Hutang Piutang The Bank Of Tokyo Melawan Debitur Indonesia

Sumber Foto : https://s.republika.co.id/uploads/images/inpicture_slide/bank-of-tokyo-mitsubishi-ufj-_160317071941-679.jpg

Kategori : Putusan Terpilih

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat
Nomor Register: 361/Pdt.G/1988/PN JKT PST
Tanggal Putusan : 26 April 1989

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta
Nomor Register: 596/Pdt/1989/PT.DKI
Tanggal Putusan : 22 Desember 1989

Mahkamah Agung RI
Nomor Register: 411.K/Pdt/1991
Tanggal Putusan : 26 September 1992

Catatan Redaksi:

  • Dari putusan Majelis Mahkamah Agung tersebut diatas dapat diangkat “Abstrak Hukum” sebagai berikut:
  • Akta Pengakuan Hutang yang timbulnya berdasar atas adanya “Credit Agreement” yang ditanda tangani hanya Direktur Umum, namun sebelumnya telah mendapat persetujuan dari Presiden Direktur dan Komisaris P.T. PUPAR tersebut, sehingga adanya Akta Pengakuan Hutang berupa groose akta otentik tersebut, telah membuktikan adanya fakta bahwa PT.PUPAR sebagai Badan Hukum telah mempunyai hutang kepada kreditur, The Bank of Tokyo. Oleh karena Presiden Direktur PT.PUPAR, Djamzu Papan secara pribadi serta P.T.Kertas Teguh Bekasi telah bertindak sebagai “Penjamin” dengan melepaskan haknya yang ditentukan dalam undang undang, maka secara yuridis, mereka bertiga : para Tergugat : PT PUPAR-2. Tn. DJAMZU PAPAN dan 3. PT KERTAS BEKASI TEGUH, secara tanggung renteng berkewajiban membayar hutangnya PT PUPAR kepada Kreditur THE BANK OF TOKYO.
  • Demikian catatan atas kasus ini

Sumber :
Majalah Hukum Varia Peradilan Tahun XV No.180.SEPTEMBER.2000. Hlm 38

Anda mungkin juga berminat