KASUS HUTANG PIUTANG DILAPORKAN PADA POLISI

Kategori: PUTUSAN TERPILIH

Pengadilan Negeri di Samarinda

Nomor : 70/Pdt/G/1988/PN.Smd

Tanggal : 14 Juli 1989

Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur di Samarinda

Nomor : 10/Pdt/1990/PT.KT.Smd

Tanggal : 2 Juli 1990

Mahkamah Agung RI

Nomor : 908 K/Pdt/1991

Tanggal : 27 September 1994

Catatan :

  • Dari putusan Mahkamah Agung tsb diatas dapat diangkat “Abstrak Hukum” sbb:
  • Seorang pemilik uang yang merasa dirugikan karena piutangnya pada saat jatuh tempo tidak dibayar oleh peminjam uang, sedangkan Giro Belyet yang diterimanya sebagai jaminan hutang pada saat dicairkan di Bank ternyata kosong, tidak ada dananya, maka pemilik uang kemudian melaporkan/mengadukan ke Kepolisian bahwa dirinya (pemilik uang) telah ditipu oleh peminjam uang.
  • Dalam proses peradilan pidana dari tingkat pertama sampai tingkat Kasasi, telah diputuskan bahwa peminjam uang “dilepas dari segala tuntutan hukum”, karena perbuatan peminjam uang tsb adalah bukan merupakan perbuatan pidana, baik kejahatan maupun pelanggaran.
  • Berdasarkan atas putusan perkara pidana tsb, karena merasa dicemarkan nama baiknya maka “Peminjaman uang” mengajukan gugatan Perdata terhadap pemilik uang dengan dalil bahwa pemilik uang (Tergugat) melakukan “Perbuatan melawan hukum” dan dihukum membayar ganti kerugian immaterial sebagai RP satu milyard
  • Atas gugatan perdata dari peminjam uang tsb, pihak Mahkamah Agung RI berpendirian bahwa perbuatan seseorang yang melaporkan atau mengandung kepada Kepolisian untuk mempertahankan hak kedataannya adalah tidak termasuk sebagai “Perbuatan Melawan Hukum” (in casu memfitnah) ex pasal 1365 B.W.
  • Putusan Mahkamah Agung RI ini sesuai dengan putusan sebelumnya (Jurisprudensi) No. 562 K/Sip/1973 dalam kasus yang sama/hampir sama
  • Demikian catatan atas kasus ini.

Sumber :MAJALAH HUKUM VARIA PERADILAN NO.148. TAHUN. XII. JANUARI. 1998. HLM.5

PUTUSAN TERSEDIA : PENGADILAN TINGGI

Anda mungkin juga berminat