Kasus Ganti Rugi Asuransi

 

Kategori : Putusan Terpilih

Pengadilan Negeri di Surabaya

Nomor : 227/Pdt-G/1994/PN.Sby

Tanggal : 26 September 1994

Pengadilan Tinggi Jawa Timur di Surabaya

Nomor : 278/Pdt/1995/PT Sby

Tanggal : 28 Agustus 1995

Mahkamah Agung RI

Nomor : 2239.K/Pdt/1996

Tanggal : 4 Februari 1997

Catatan

  • Dari Putusan Mahkamah Agung tersebut diatas dapat diangkat “Abstrak Hukum” sebagai berikut :
  • Kasus ini mengenai Perjanjian Asuransi Kerugian (Pertanggungan) yang diatur Ex Pasal 246….dst dari W.v.K (Kitab U.U Hukum Dagang).
  • Fakta yang terbukti, rusaknya/membekunya (caking) atas pupuk yang disimpan dalam palka dan diangkut oleh kapal laut disebabkan karena Fresh Water yang berasal dari luar (External Cause).
  • Karena perjanjian pertanggungan (Asuransi) ini ditutup dengan “Clausule All Risk” (ICC-A), maka secara juridis, pihak Asurador harus bertanggung jawab dan memikul semua risiko atas kerusakan pupuk tersebut.
  • Mengenai dari mana asalnya fresh water yang menyebabkan bekunya (caking) pupuk tersebut, tidak membebaskan Asurador dari kewajibannya menganti kerugian yang diderita oleh tertanggung. Bila hal tersebut dapat dibuktikan rusaknya pupuk karena kelalaian “pengangkut” (Perusahaan Pelayaran). Maka sesuai Ex Paal 467 W.v.K Asurador dapat menuntut ganti rugi kepada “Pengangkut” Tersebut, meskipun demikian kewajiban Asurador kepada Tertanggung haruslah dibayar lebih dulu.
  • Clausule “All Risk” dalam kasus ini, penanggung harus membayar semua kerugian, karena rusaknya barang bukan karena cacat barang itu sendiri atau kesalahan dari tertanggung sendiri. Periksa pasal 249 jo 276W.v.K.
  • Demikian catatan kasus ini.

Sumber : MAJALAH HUKUM VARIA PERADILAN NO.155.TAHUN.XIII.AGUSTUS.1998.HLM.5

PUTUSAN TERSEDIA: PENGADILAN NEGERI (PN), PENGADILAN TINGGI (PT) DAN MAHKAMAH AGUNG (MA)

Anda mungkin juga berminat