Kandasnya Dewi Menggapai Keadilan

Kategori : Putusan Terpilih

Pengadilan Negeri di Kotamobagu

Nomor : 33/Pid/B/1987

Tanggal : 7 Agustus 1987

Mahkamah Agung RI

Nomor : 180.K/Pid/1987

Tanggal : 27 Februari 1991

Catatan :

  • Dari putusan Mahkamah Agung RI ini, dapat dicatat beberapa hal yang penting yaitu :
  • Mahkamah Agung RI Membenarkan Putusan judex facti yang berpendirian bahwa kejahatan kesusilaan ex pasal 287.K.U.H. pidana dimana korbanya adalah gadis dibawah umur(berusia 6 (enam) tahun, maka tuntutan terhadap si pelaku delict , baru dapat dilakukan oleh Jaksa, bilamana “ada pengaduan” . Dan pengaduan ini harus dilakukan oleh orang tua gadis korban atau oleh orang lain yang mendapat surat Kuasa dari orang tua si gadis korban tersebut (ex pasal 72 K.U.H.P.). Karena “pengaduan” dalam kasus  ini dilakukan oleh paman si gadis korban, tanpa ada “Surat Kuasa” dari orang tua si gadis, maka “Pengaduan” tersebut adalah tidak tepat(tidak sah). Akibatnya Dakwaan Jaksa, ex pasal 287 K.U.H.Pidana, harus dinyatakan : “tidak dapat diterima oleh Hakim”.
  • Sebaliknya pihak Kejaksaan berpedirian:karena korbannya adalah gadis masih berusia 6 tahun, yaitu belum mencapai usia 12 tahun, maka dengan berpegang pada pasal 287 ayat 2 .K.U.H.Pidana, maka “pengaduan” itu adalah tidak mutlak lagi, karena gadis yang berusia dibawah 12 tahun, dikecualikan dari “syarat pengaduan”. Pendirian Jaksa ini ditolak dan tidak dibenarkan oleh Mahkamah Agung RI dan sebaliknya membenarkan judex facti seperti dikutip diatas.
  • Bilamana diktum putusan Hakim berbunyi “ Surat Dakwaan Jaksa tidak dapat diterima”, maka upaya hukum yang harus ditempuh oleh Jaksa adalah : permohonan pemeriksaan banding ke Pengadilan Tinggi. Upaya hukum kasasi adalah keliru.
  • Masalah juridis yang timbul, bagaimana kelanjutan perkara ini.
  • Demikian catatan redaksi.

Sumber :MAJALAH HUKUM VARIA PERADILAN

NO.73.TAHUN.VII.OKTOBER.1991.HLM.50

PUTUSAN TERSEDIA : PENGADILAN NEGERI

Anda mungkin juga berminat