JUAL BELI MOBIL PEMBAYARAN DENGAN CEK & GIRO BILYET KOSONG KEJAHATAN PENIPUAN

Kategori: PUTUSAN TERPILIH

Pengadilan Negeri Kabupaten Pasuaruan di Bangil

Nomor : 117/Pid/S/1992/Pn.Kab Pas

Tanggal : 21 Juli 1992

Pengadilan Tinggi Jawa Timur di Surabaya

Nomor : 244/Pid/1992/PT. SBY

Tanggal : 9 Desember 1992

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Nomor : 457.K/Pid/1993

Tanggal : 15 Desember 1994

Catatan:

  • Dari putusan Mahkamh Agung tersebut diatas dapat diangkat “Abstrak hukum” sebagai berikut :
  • Seorang yang mengaku dirinya sebagai Direktur Perusahaan Dagang membeli mobil dari H. Sochib, yang dibayar dengan uang tunai Rp. 1.000.000,- dan sisanya dengan sejumlah Cek dan Giro Bilyet senilai dengan harga mobil tersebut. Beberapa hari kemudian Direktur tersebut membeli lagi mobil dari Minto yang juga dibayar dengan sejumlah Cek dan Giro Bilyet. Pada waktu jatuh tempo, oleh kedua pemilik mobil tersebut, maka sejumlah Cek dan Giro Bilyet. Pada waktu jatuh tempo, oleh kedua pemilik mobil tersebut, maka sejumlah Cek dan Giro Bilyet tersebut dicairkan pada Bank (B.U.N) yang ditunjuk, namun Bank menolaknya dengan alasan dana di Bank miliknya Direktur tersebut ternyata tidak ada atau hanya tersedia Rp. 350.000,– saja.

Pada waktu pemilik minta kembali mobilnya ternyata Ditektur tersebut telah menjual kedua mobil tersebut kepada orang lain, yang uangnya telah habis dinikmati, Direktur tersebut. Pemilik mobil menderita kerugian akibat perbuatan sang Direktur ini. Perbuatan yang demikian itu oleh Mahkamah Agung dikwalifikasir sebagai perbuatan pidana “Penipuan”, dan bukan hubungan hukum Keperdataan ;

  • Demikian Catatan atas kasus ini.

Sumber :MAJALAH HUKUM VARIA PERADILAN NO.122. TAHUN. XI. NOVEMBER.1995. HLM.91

PUTUSAN TERSEDIA : PENGADILAN TINGGI

Anda mungkin juga berminat