Jika Batal Tunangan Wajibkah Mengembalikan Cincin Tunangan?

Sumber Foto : https://content.shopback.com

Tunangan, suatu prosesi yang sering kita lihat dalam kehidupan kita. Khususnya bagi sepasang insan yng sedang atau akan melaksanakan prosesi tersebut. Pengertian tunangan menurut KBBI adalah bersepakat (biasanya diumumkan secara resmi atau dinyatakan di hadapan orang banyak) akan menjadi suami istri. Nah, bagaimana nanti jika seseorang telah bertunang namun karena suatu hal pertunangannya dibatalkan dan tidak jadi menikah. Apakah wajib mengembalikan cincin tunangan?

Mari baca Pasal 58 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (“KUHPerdata”), di pasal ini mengatakan bahwa

Janji kawin tidak menimbulkan hak untuk menuntut di muka Hakim berlangsungnya perkawinan, juga tidak menimbulkan hak untuk menuntut penggantian biaya, kerugian dan bunga, akibat tidak dipenuhinya janji itu, semua persetujuan untuk ganti rugi dalam hal ini adalah batal.
Akan tetapi, jika pemberitahuan kawin ini telah diikuti oleh suatu pengumuman,, maka hal itu dapat menjadi dasar untuk menuntut penggantian biaya, kerugian dan bunga berdasarkan kerugian-kerugian yang nyata diderita oleh satu pihak atas barang-barangnya sebagai akibat dan penolakan pihak yang lain; dalam pada itu tak boleh diperhitungkan soal kehilangan keuntungan. Tuntutan ini lewat waktu dengan lampaunya waktu delapan belas bulan, terhitung dari pengumuman perkawinan itu.

Jadi ketika anda telah bertunangan namun kemudian batal, maka hal itu dapat menjadi dasar untuk menuntut penggantian biaya, kerugian dan bunga berdasarkan kerugian-kerugian yang nyata diderita oleh satu pihak. Atas dasar tersebut pihak yang merasa dirugikan berhak untuk meminta kembali cincin pertunangan jika pertunangan dibatal secara sepihak.

Sekian, semoga bermanfaat untuk sahabat-sahabat yuridisID. 🙂

Sumber : Pasal 58 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (“KUHPerdata”)

Anda mungkin juga berminat