Isi/Bunyi Pasal 330 KUHPerdata (Kitab Undang-Undang Hukum Perdata)

Pasal 330

Belum dewasa adalah mereka yang belum mencapai umur genap dua puluh satu tahun, dan tidak lebih dahulu telah kawin.

Apabila perkawinan itu bubar sebelum umur mereka genap dua puluh satu tahun, maka mereka tidak kembali lagi dalam kedudukan belum dewasa.

Mereka yang belum dewasa dan tidak berada dibawah kekuasaan orang tua, berada dibawah perwalian atas dasar dan dengan cara sebagaimana teratur dalam bagian ke tiga, ke empat, ke lima dan ke enam bab ini.

Penentuan arti istilah belum dewasa yang dipakai dalam beberapa peraturan undang-undang terhadap bangsa Indonesia.

Orodonansi 31 Januari 1931, L.N. 1931-’54.

Untuk menghilangkan segala keragu-raguan yang timbul karena ordonansi 21 Desember 1917, L.N. 1917 – 138, dengan mencabut ordonansi ini, ditentukan sebagai berikut :

(1) Apabila peraturan undang-undang memakai istilah belum dewasa, maka sekadar mengenai bangsa Indonesia, dengan istilah itu yang dimaksudkan: 

segala orang yang belum mencapai umur genap 21 tahun dan tidak lebih dahulu telah kawin.

(2) Apabila perkawinan itu dibubarkan sebelum mulai umur dua puluh dua tahun, maka tidaklah mereka kembali lagi dalam istilah belum dewasa.

(3) Dalam paham perkawinan tidaklah termasuk perkawinan anak-anak.

Demikian isi dari Pasal 330 KUHPerdata diatas, semoga menjadi informasi bermanfaat bagi kita semua. Salam Yuridis.ID

Untuk informasi konsultasi, kerjasama promosi berbayar (iklan) dan mengundang kami, silahkan hub no WA (hanya pesan) : 0811-2881-257.

Sumber : Pasal 330 KUHPerdata (Kitab Undang-Undang Hukum Perdata)

Anda mungkin juga berminat