Isi/Bunyi Pasal 319 g KUHPerdata (Kitab Undang-Undang Hukum Perdata)

Pasal 319 g

Baik atas permintaan sendiri, maupun atas permintaan mereka yang menuntut pasal 319a berhak meminta pembebasan atau pemecatannya maupun pula atas tuntutan Jawatan Kejaksaan, orang yang telah dibebaskan atau dipecat dari kekuasaan orang tuanya, boleh dipulihkan kembali dalam kekuasaan itu atau diangkat menjadi wali atas anak-anaknya belum dewasa, apabila ternyata bahwa peristiwa-peristiwa yang mengakibatkan pembebasan atau pemecatannya tidak lagi menentang akan pemulihan atau pengangkatan itu. Demikian pun bolehlah orang yang telah dibebaskan atau dipecat dari perwalian atas anak-anaknya sendiri dan kemudian kawin lagi dengan istri atau suaminya dahulu, sepanjang perkawinan itu dipulihkan kembali dalam kekuasaan orang tuanya. Permintaan atau tuntutan untuk itu harus dimajukan kepada Pengadilan Negeri yang dulu telah mengadili permintaan atau tuntutan akan pembebasan atau pemecatannya, kecuali si yang dibebaskan atau dipecat tadi berpisahan meja dan ranjang, atau perkawinannya telah dibubarkan karena perceraian atau dibubarkan setelah perpisahan meja dan ranjang, dalam hal-hal mana permintaan atau tuntutan itu harus dimajukan kepada Pengadilan yang dulu telah mengadili permintaan atau tuntutan untuk perpisahan meja dan ranjang untuk perceraian atau untuk pembubaran perkawinan.

Sebelum mengambil keputusannya, Pengadilan harus mendengar atau memanggil dengan sah, jika mungkin kedua orang tua yang bersangkutan, para keluarga sedarah atau semenda dari anak-anak dan Dewan Perwalian, sedangka jika anak-anak itu ada di bawah perwalian yang harus didengar atau dipanggil dengan sah ialah wali mereka atau pengurus perhimpunan, yayasan atau lembaga amal yang mendapat tugas perwalian dari wali pengawas. Jika dipandang perlu Pengadilan boleh juga mendengar saksi-saksi dibawah sumpah baik saksi yang dipilih di antara keluarga sedarah atau semenda dari anak-anak itu maupun dilluar mereka.

Jika saksi-saksi yang harus didengar tadi bertempat tinggal atau berdiam di luar daerah hukum Pengadilan Negeri yang memeriksa permintaan, maka Pengadilan boleh melimpahkan pemeriksaan akan saksi-saksi itu dengan cara yang sama, seperti dalam pasal 333 ditentukan terhadap keluarga sedarah dan semenda. Anak kalimat terakhir pada ayat ke empat pasal 206 berlaku juga bagi kedua orang tua.

Pemeriksaan perkara berlangsung dalam sidang dengan pintu tertutup.

Keputusan harus disertai dengan alasan-alasannya dan diucapkan dalam sidang terbuka. Dan boleh dinyatakan pula, segera dapat dilaksanakan kendati perlawanan atau banding dengan atau tanpa ikatan jaminan semua atas naskah aslinya.

Terhadap keputusan dengan mana permintaan atau tuntutan dikabulkan, si suami atau si istri yang karenanya kehilangan kekuasaan orang tua atau perwaliannya, jika ia tatkala dipanggil telah tidak datang menghadap boleh memajukan perlawanannya dalam waktu tiga puluh hari setelah keputusan itu atau suatu perbuatan yang dilakukan atas kekuatan atau untuk melaksanakannya diberitahukan kepadanya sendiri , atau setelah dia sendiri melakukan suatu perbuatan yang secara mutlak memberikan kesimpulan, bahwa keputusan itu atau permulaan pelaksanaannya sudahlah diketahui olehnya.

Dalam waktu tiga puluh hari setelah keputusan boleh dimajukan permintaan banding oleh mereka atau oleh Jawatan Kejaksaan yang mana permintaannya atau tuntutannya atau perlawanannya telah ditolak pun pula oleh mereka yang mana, setelah diperiksa, kendati bantahan mereka terhadap mereka permintaan atau tuntutan itu telah dikabulkan.

Demikian isi dari Pasal 319 g KUHPerdata diatas, semoga menjadi informasi bermanfaat bagi kita semua. Salam Yuridis.ID

Untuk informasi konsultasi, kerjasama promosi berbayar (iklan) dan mengundang kami, silahkan hub no WA (hanya pesan) : 0811-2881-257.

Sumber : Pasal 319 g KUHPerdata (Kitab Undang-Undang Hukum Perdata)

Anda mungkin juga berminat