Isi/Bunyi Pasal 239 KUHPerdata (Kitab Undang-Undang Hukum Perdata)

Pasal 239

Atas permintaan itu Pengadilan Negeri memerintahkan kepada suami dan istri, supaya bersama-sama dan dengan diri sendiri menghadap dimuka seorang Hakim Pengadilan atau lebih, yang akan memberi petunjuk-petunjuk kepada mereka.

Apabila suami dan istri tetap pada niat mereka, maka Pengadilan harus memerintahkan mereka supaya menghadap sekali lagi setelah lampau waktu enam bulan lamanya.

Jika ternyata, bahwa suami istri karena alasan-alasan yang sah berhalangan untuk menghadap, maka Hakim yang ditunjuk tadi harus pergi ke rumah tinggal suami-istri.

Jika suami-istri bertempat tinggal di luar daerah dimana Pengadilan Negeri mempunyai tempat kedudukannya, maka perbuatan itu boleh dilimpahkan kepada Pengadilan Negeri tempat tinggal menyampaikan berita acara mengenai perbuatan itu kepada Pengadilan Negeri tersebut pertama.

Jika si suami dan/atau si istri berdiam di luar Indonesia, maka Pengadilan boleh meminta kepada penjabat Hakim dari Negara, dimana mereka berdiam, supaya memanggil suami-istri atau salah seorang mereka di depannya, dan supaya mencoba mengadakan perdamaian, atau pun Pengadilan tersebut boleh memerintahkan kepada penjabat konsulat Indonesia di tempat kediaman mereka, supaya melakukan perbuatan-perbuatan itu. Berita acara tentang perbuatan itu harus dikirimkan kepada Pengadilan Negeri.

Demikian isi dari Pasal 239 KUHPerdata diatas, semoga menjadi informasi bermanfaat bagi kita semua. Salam Yuridis.ID

Untuk informasi konsultasi, kerjasama promosi berbayar (iklan) dan mengundang kami, silahkan hub no WA (hanya pesan) : 0811-2881-257.

Sumber : Pasal 239 KUHPerdata (Kitab Undang-Undang Hukum Perdata)

Anda mungkin juga berminat