Isi/Bunyi Pasal 229 KUHPerdata (Kitab Undang-Undang Hukum Perdata)

Pasal 229

Setelah perceraian diperintahkan, dan setelah mendengar atau memanggil dengan sah akan kedua orang tua dan sekalian keluarga sedarah dan semenda dari anak-anak yang belum dewasa, Pengadilan Negeri menetapkan terhadap tiap-tiap anak, siapakah dari kedua orang tua itu, dengan mengindahkan keputusan-keputusan Hakim yang dulu-dulu, dengan mana mereka kiranya pernah dibebaskan atau dipecat dari kekuasaan orang tua.

Penetapan itu berlaku setelah hari keputusan perceraian memperoleh kekuatan mutlak. Sebelum itu pemberitahuan tak usah dilakukan dan perlawanan atau permintaan bandingan tak boleh di majukan.

Terhadap penetapan itu, si bapak atau si ibu yang tidak diangkat menjadi wali, boleh melakukan perlawanan, apabila ia atas panggilan termasuk dalam ayat pertama, telah tidak datang menghadap. Perlawanan itu harus dimajukan dalam waktu tiga puluh hari setelah penetapan diberitahukan kepadanya.

Si bapak atau si ibu yang setelah datang menghadap atas panggilan tidak dijadikan wali, atau yang perlawanan telah ditolak, boleh memajukan permintaan banding terhadap penetapan tersebut, dalam waktu tiga puluh hari setelah hari tersebutdalam ayat kedua.

Ayat ke empat pasal 206 berlaku terhadap pemeriksaan kedua orang tua.

Demikian isi dari Pasal 229 KUHPerdata diatas, semoga menjadi informasi bermanfaat bagi kita semua. Salam Yuridis.ID

Untuk informasi konsultasi, kerjasama promosi berbayar (iklan) dan mengundang kami, silahkan hub no WA (hanya pesan) : 0811-2881-257.

Sumber : Pasal 229 KUHPerdata (Kitab Undang-Undang Hukum Perdata)

Anda mungkin juga berminat